Grab Terapkan Penyesuaian Tarif Secara Bertahap

Pernyataan Resmi Grab Indonesia. Country Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar (kanan), menjelaskan program GrabLebaran didampingi Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (tengah), dan Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno di Jakarta, Kamis (6/7/2017). Grab Indonesia menerapkan kode etik yang bertujuan untuk menjaga aspek keamanan, keselamatan dan kualitas pelayanan, baik kepada pelanggan dan mitra pengemudi yang merupakan prioritas bagi Grab dan pilar dari seluruh kegiatan operasional dan layanan. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal (BeritaSatu Photo/mohammad defrizal)

Oleh: Herman / FER | Kamis, 6 Juli 2017 | 18:42 WIB

Jakarta - Menyusul diberlakukannya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, Grab telah mulai melaksanakan kebijakan penyesuaian tarif batas bawah dan batas atas untuk taksi online. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen Grab dalam menghormati keputusan yang telah dibuat pemerintah.

"Kami menghormati keputusan yang sudah dibuat pemerintah mengenai bijakan penyesuaian tarif batas bawah dan batas atas untuk taksi online. Saat ini Grab juga sudah menjalankannya secara bertahap," ungkap Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, di Jakarta, Kamis (6/7).

Menurut Ridzki, penyesuaian tarif ini bakal dilakukan Grab secara bertahap selama dua bulan. Setelah itu, barulah kebijakan tersebut bisa dilakukan secara menyeluruh.

"Soal tarif, awalnya menurut kami yang tebaik adalah menyesuaikan antara supply and demand. Dengan adanya aturan baru ini, kami harus melakukan penyesuaian lagi. Di ilmu ekonomi, berarti akan ada faktor yang membatasi. Jadi perlu penyesuaian dulu sekitar dua bulan," tuturnya.

Menurut Ridzky, hal ini penting dilakukan untuk memastikan aturan baru tersebut tidak berdampak besar pada pengguna Grab dan juga mitra pengemudinya.

"Kita aka lihat apa saja impact-nya. Bukan hanya dari sisi pengguna Grab, tetapi juga dari sisi pengemudinya, bagaimana pengaruhnya ke pendapatan mereka. Jadi memang butuh waktu sebelum diimplementasikan secara menyeluruh," tuturnya.

Adapun tarif batas bawah yang ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp 3.500, sementara batas atasnya sebesar Rp 6.000.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT