Pemanfaatan Aplikasi Keuangan Dinilai Semakin Populer

Karyawan menunjukan aplikasi punycelengan di sela peluncurannya di Jakarta, Kamis (9/3/17). (BeritaSatu Photo/mohammad defrizal)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Jumat, 14 Juli 2017 | 17:59 WIB

Jakarta - Berdasarkan laporan yang dilansir App Annie, penggunaan aplikasi keuangan di tahun 2016 meningkat 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, Korea Selatan (Korsel) dan Australia memiliki peningkatan hingga dua kali lipat pada tahun tersebut.

SVP Research & Marcom App Annie, Danielle Levitas, mengatakan, jumlah unduhan (download) aplikasi keuangan di seluruh dunia mengalami peningkatan 100 persen selama dua tahun terakhir.

"Bahkan, di pasar Asia Pasifik, pertumbuhan tingkat unduhan aplikasi keuangan melampaui pertumbuhan tingkat unduhan untuk seluruh aplikasi non-game," ujar Danielle dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (14/7).

Danielle menambahkan, aplikasi memberikan peranan unik untuk memperdalam hubungan dengan konsumen dan menyediakan layanan keamanan transaksi keuangan yang mudah, aman serta personal.

"Bank pun mendapatkan keuntungan dengan adanya pengurangan biaya transaksi di cabang dan menciptakan peluang penjualan baru," jelasnya.

Aplikasi, lanjut dia, juga membuka jalan bagi pelaku financial technology (fintech) yang berpotensi melengkapi atau bahkan mengganggu layanan bank-bank mapan melalui layanan inovatif.

"Bank harus mengikuti perkembangan teknologi baru dan keinginan konsumen untuk mendapatkan pengalaman dalam menggunakan aplikasi terbaik di kelasnya. Bank yang gagal beradaptasi, akan ditinggalkan oleh konsumennya," kata Danielle.

Semakin Populer

Lebih lanjut, Danielle mengatakan, total penggunaan aplikasi keuangan telah meningkat lebih dari 100 persen di seluruh wilayah dalam dua tahun terakhir.

"Industri keuangan di Asia Pasifik sangat berhubungan dengan perkembangan aplikasi mobile. Lebih dari 110 miliar sesi berlangsung di aplikasi Keuangan pada tahun 2016 melebihi sesi dari Amerika dan Eropa," jelasnya.

Untuk kawasan Asia Pasifik, lanjut Danielle, aplikasi mobile telah diterapkan secara luas dengan berbagai tingkat seperti fully unbundled, some unbundling dan fully bundled. "Hampir semua bank terkemuka memiliki layanan transaksi dasar memanfaatkan aplikasi mobile," tambahnya.

Tingkat pertumbuhan jumlah unduhan yang kuat dan konsisten selama dua tahun terakhir, kata Danielle, menunjukan masa depan cerah bagi pengembangan aplikasi mobile untuk menghasilkan peluang yang luar biasa.

"Bank harus mempersiapkan inovasi, investasi dan kemitraan dengan pelaku fintech agar tetap dapat bersaing dan menjadi kunci kesuksesan di masa depan," pungkasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT