Omega Soft Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia

CEO Omega Soft, Pendopo. (Beritasatu Photo/Istimewa)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Jumat, 1 September 2017 | 12:09 WIB

Jakarta - Perpindahan perilaku konsumen atau market shift (salah satunya dari offline ke online), tiba-tiba menjadi trending topic akibat turunnya nilai penjualan bisnis retail yang berujung pada tutupnya beberapa gerai retail besar di Indonesia.

Beberapa pelaku bisnis offline terlihat cepat bergerak ke online dengan menjadi seller di berbagai marketplace seperti Mataharimall, Tokopedia, Bukalapak, dan sebagainya. Sayangnya, beberapa yang lain terlihat berdiam diri dan lamban dalam menjalani perubahan ini.

Mencermati kondisi tersebut, CEO Omega Soft (perusahaan penyedia software) Pendopo menyampaikan, sekarang ini merupakan eranya networking dan omni-channel.

"Semua channel harus digunakan. Selain di marketplace, UKM seharusnya punya online store sendiri, bisa terima order dan pembayaran di website-nya sendiri," kata Pendopo saat di temui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (31/8) petang.

Ironisnya, lanjut dia, sebagian besar para pelaku UKM tidak memiliki dukungan teknologi digital yang memampukan mereka membuka online store yang mampu menerima e-Payment di website sendiri.

"Sebagai komitmen kami yang fokus mendukung dan pemberdayaan sektor UKM nasional, dalam event Franchise Expo di JCC tanggal 8 hingga 10 September mendatang, kami akan memperkenalkan produk Smart Cashier dan Omega POS (Point Of Sale) yang merupakan software unggulan bagi UKM di Indonesia," kata dia.

Omega POS Cloud, software aplikasi program point of sales online Indonesia.

Menurut Pendopo, dengan kedua produk yang dihasilkan oleh pihaknya, kalangan pelaku bisnis UKM yang mempunyai offline shop bisa dengan mudah menjadi online shop, dengan biaya yang sangat terjangkau.

"Software ini terintegrasi penuh dengan stok gudang dan pembayaran online. Para pelaku usaha UKM juga akan memperoleh manfaat yang bekesinambungan, karena kami mempunyai divisi research and development yang selalu berinovasi sesuai perkembangan zaman," ungkapnya.

Selain itu, terkait software Omega POS, pria berkacamata ini memaparkan, hingga kini pihaknya telah melayani kurang lebih sebanyak 5.000 UKM di Indonesia dan bermitra dengan para coach dan mentor untuk sosialisasi software ini lewat program Omega Partnership.

"Lewat software terintegrasi penuh ini, kami ingin mengubah anggapan bahwa penggunaan sistem atau software itu mahal tidaklah benar. Software yang kami hadirkan tak sekedar cepat dan mudah tapi juga sangat terjangkau," tambahnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT