Surabaya Diharapkan Topang Industri Startup

Ilustrasi Startup (Istimewa)

Oleh: / FMB | Minggu, 3 September 2017 | 18:55 WIB

Surabaya - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berharap Kota Surabaya menjadi penopang industri startup digital di tanah melalui kegiatan Bekraf Developer Day (BDD) di kota itu, Minggu.

Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari mengatakan selain Surabaya yang diharapkan menjadi penopang industri startup digital di tanah air, kagiatan ini juga diharapkan bisa mengembangkan ide-ide dari anak muda di kota itu dalam industri digital.

"Pemerintah Surabaya di bawah kepemimpinan Bu Risma, menjadi salah satu kota yang ramah terhadap bisnis startup digital, Selain itu, banyak universitas dan ekosistemnya jalan. Ada talenta, ada tempat berkreasi, ada tempat berjualan dan konsumen. Surabaya ada semuanya," kata Hari.

Selain itu, Heri menambahkan dalam acara yang mengusung tema "Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Digital" hadir 1.500 peserta dari 73 kota dan 19 provinsi dan akan hadir pula pakar dan praktisi industri digital.

"Surabaya memiliki banyak produk startup yang bisa bersaing di tingkat global. Melalui acara ini, kami dorong lahirnya pahlawan-pahlawan industri digital baru, yang tak hanya memberikan solusi bagi Kota Surabaya tapi juga Indonesia," tuturnya

Di kesempatan yang sama, Kepala Bekraf Triawan Munaf menyatakan, kegiatan ini adalah salah satu kegiatan dari berbagai kegiatan yang bekraf adakan. Kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung ekosistem sub sektor ekonomi terutama di bidang digital industri.

"Developer day banyak keahlian teknis seperti software, membuat ide dan membuat produk yang akhirnya bisa dipasarkan. Bu Risma sudah katakan bahwa tidak hanya membutuhkan software tapi membutuhkan hardware," kata dia.

Triawan meminta, dengan adanya kegiatan ini, para stakeholder kreatif untuk terus berusaha dan tetap semangat dalam menghasilkan ide-ide dan juga produk digital industri untuk bisa mengejar ketertinggalan dari negara lain seperi Korea dan Singapura.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan Indonesia masih tertinggal di industri kreatif.

"Untuk masuk ke industri kreatif agak terlambat termasuk saya, tapi bukan berarti kita harus diam. Kita harus bergerak terus. Industri kreatif adalah industri tidak pernah mati di kondisi apapun. Entah itu perang atau negara miskin. Justru di negara miskin butuh industri kreatif yang sangat banyak supaya bisa bergerak cepat," kata Risma.

Dia mengemukakan, dengan menggunakan teknologi informasi dan industri digital Surabaya bisa bergerak lebih cepat dibandingkan jika harus manual. "Saya tidak mungkin harus berada di Surabaya terus untuk mengontrol. Dengan teknologi informasi, saya bisa tetap mengontrol Surabaya di manapun saya berada," ujarnya.

Hal itu, menurut dia, yang akan dibutuhkan orang. Semakin banyak orang, kata dia, maka akan semakin banyak orang yang beraktivitas di luar dan mereka harus mengontrol rumah, atau anaknya, maka industri kreatif adalah salah satu solusinya.




Sumber: ANTARA
ARTIKEL TERKAIT