DuniaHalal Ramaikan Pasar Belanja Online di Indonesia

Peluncuran situs belanja online, DuniaHalal, di Kemang, Jakarta, Rabu, 6 September 2017. (Beritasatu Photo/Feriawan Hidayat)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Rabu, 6 September 2017 | 11:24 WIB

Jakarta - Perkembangan usaha perdagangan berbasis online (e-commerce) di Indonesia setiap tahun terus mengalami pertumbuhan. Bisnis ini bahkan telah menggeser paradigma perdagangan tradisional menjadi electronic commerce dengan memanfaatkan kemajuan teknologi information and communication technologi (ICT).

Mengacu data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), nilai bisnis e-commerce di Indonesia pada tahun 2015 mencapai US$ 3,56 miliar atau setara Rp 46 triliun. Perkembangan industri ini, juga ditandai dengan pertumbuhan jumlah toko online dan marketplace yang kian agresif.

Presiden Direktur PT Galaksi Dunia Halal, Ndang Sutisna, mengatakan, dunia akan serba digital, termasuk aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Indonesia sendiri memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan jumlah penduduk dan tingkat ekonomi yang terus bergerak maju, kami yakin bisnis e-commerce khususnya belanja online akan terus tembuh," kata Ndang, di sela peluncuran situs belanja online DuniaHalal, di Kemang, Jakarta, Rabu (6/9).

Menurut Ndang, DuniaHalal merupakan e-commerce marketplace berbasis halal yang pertama di Indonesia, yang menyediakan berbagai produk halal.

"Saat ini DuniaHalal telah memiliki 30.000 produk. Untuk kedepannya, ditargetkan bisa mencapai 100.000 produk dalam kurun waktu satu tahun ke depan," tambahnya.

Managing Director DuniaHalal, Agung Sr, mengatakan, pihaknya telah mempertimbangkan dengan matang untuk masuk ke pangsa pasar muslim. Terlebih, lanjut dia, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas pemeluk agama Islam.

"Konsumen diberikan kemudahan untuk berbelanja di DuniaHalal. Produk yang dijual juga beragam mulai dari fashion, makanan dan minuma, produk herbal, elektronik, kaligrafi, hingga otomotif," jelasnya.

Selain produk diatas, lanjut Agung, pihaknya juga menyediakan beraga kebutuhan ibadah kaum muslim antara lain, perlengkapan ibadah hingga wisata halal, termasuk diantaranya paket umrah dan haji. Selain itu, ada pula layanan pembelian pulsa, listrik, PDAM, BPJS dan transaksi PPOB (Payment Point Online Bank).

"Sebagai solusi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, kami menargetkan nilai transaksi Rp 1 triliun untuk tahun pertama," tambah Agung.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT