9 Start Up Dipilih Plug & Play Indonesia

Ilustrasi Start Up (illustrated by Bumble Bee Hub) (Humble Bee Hub)

Oleh: Indah Pujiastuti / FW | Kamis, 7 September 2017 | 09:31 WIB

Jakarta - Dalam meningkatkan jumlah startup berkualitas di tanah air, Plug and Play Indonesia melakukan pelatihan dan pembinaan yang merupakan Program Akselerator Plug and Play Indonesia. Program ini dibuat pada tahun 2016 dalam membantu startup dengan ide bisnis dan produk dengan tema "mobile" dan "fintech" yang diharapkan dapat menumbuhkan bisnis di berbagai industri.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Gan Konsulindo sebagai perusahaan investasi lokal Indonesia dan Plug and Play sebagai akselerator startup skala global berkantor pusat di Silicon Valley. Oleh karena itu para peserta yang lulus mempresentasikan profil bisnisnya dan pengembangan bisnis kedepan dalam acara Demo Day Plug and Play Indonesia di Ballroom Djakarta Theater pada Rabu (6/9). Acara Demo Day ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi, Asisten Deputi Pengembangan Ekonomi Kreatif Mira Tayyiba, Staf Khusus Kemenkominfo Lis Sutjiati, Presiden Direktur Plug and Play Indonesia Wesley Harjono, Managing Partner Plug and Play Asia Pacific Jupe Tan, para angel investor dan venture capital.

Wesley Harjono menuturkan bahwa terselenggaranya acara ini merupakan komitmen kami untuk membantu Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Sementara Riswinandi mengatakan bahwa keterlibatan swasta dalam hal ini Plug and Play dibutuhkan oleh pemerintah demi mengembangkan start up  di tanah air. "Apalagi ekosistem ekonomi digital yang sangat luas, ditambah dengan bonus demografi Indonesia diyakini akan memberikan kesempatan yang sangat luas bagi startup digital di tanah air," jelas Riswinandi.

Setalah 14 pekan  masa pelatihan,  terpilih sembilan start up yang lulus pada Batch I Demo Day Program Akselerator Plug and Play Indonesia. Para start up mengikuti kelas business modeling, growth hacking, pitching, networking dan fundraising dalam program tersebut. Sehingga dari kesembilan start up ini telah berhasil mengumpulkan dana lanjutan maupun kerja sama dengan berbagai pihak.

Inilah sembilan startup Batch I Plug and Play Indonesia :
1. Astronaut, merupakan startup dengan platform video-selfie berbasis mobile untuk memfasilitasi interview.
2. Brankas,  platform financial management dengan fitur untuk mengirim dan menerima pembayaran, pengaturan budget dan pengaturan beberapa akun bank dalam satu aplikasi.
3. Bustiket, platform pemesanan tiket bus antar kota secara online yang terhubung dengn offline agencies yang dapat diunduh di Google play juga Apple store.
4. Dana Didik,  platform crowfunding yang menghubungkan mahasiswa kurang mampu dengan calon penyumbang dana melalui peer-to-peer lending.
5. Karta, sebagai penyedia jasa iklan dengan wahana sepeda motor, yang memungkinkan pengendaranya mendapatkan pendapatan sesuai dengan jarak yang ditempuh.
6. KYCK merupakan platform yang memungkinkan penyedia jasa melakukan proses Know Your Customer jarak jauh atau remote area.
7. Otospector adalah platform yang menawarkan jasa inspeksi atas mobil bekas dengan mekanik terverifikasi dan sistem penilaian yang sudah terstandarisasi.
8. Sayurbox merupakan platform e-commerce yang memungkinkan pengguna membeli sayur secara langsung dengan petani.
9. Wonderworx merupakan portal pekerjaan outsource untuk designer dan engineers.

Banyak hal positif yang diterima para startup selama pembinaan ini seperti pendanaan dan mentorship. Founder Dana Didik Dipo Satria menuturkan bahwa Plug and Play sangat membantu agar tetap fokus pada pekerjaan yang penting. "Begitu banyak hal yang harus dilakukan dalam startup dengan waktu dan sumber daya yang terbatas, Plug and Play membantu kami untuk fokus mendanai lebih banyak pelajar," kata Dipo. Pendiri Sayurbox Amanda Susanti juga sepakat bahwa dengan program akselerator Plug and Play penjualan Sayurbox berhasil menembus angka tertinggi berkat perubahan pada strategi pemasaran.

Oleh karena itu, Riswinandi mengajak masyarakat  untuk terus mendukung kreativitas dan inovasi anak muda Indonesia di bidang start up digital. Adanya Demo Day diharapkan dapat meningkatkan semangat teknopreneurship di kalangan anak muda juga tetap memperhatikan standar dan aturan yang ada dan bisa menjadi titik tolak yang positif bagi pengembangan strat up yang terarah.




Sumber: Majalah Investor
ARTIKEL TERKAIT