Coder dan Programmer Komputer Paling Dicari di Dunia Kerja Modern

Coding Bootcamp Indonesia Refactory.id (Ist)

Oleh: Markus Junianto Sihaloho / FMB | Kamis, 7 September 2017 | 16:49 WIB

Jakarta - Program pemerintah untuk mendorong terbangunnya 1000 perusahaan startup jadi salah satu pertanda bahwa teknologi tak bisa dibendung dan negara sadar akan hal itu.‎ Peluang bagi generasi muda Indonesia untuk berkiprah menjadi penulis, disainer, dan pengetes program komputer, atau biasa disebut coder, juga terbuka lebar.

CEO Refactory.id, sebuah startup baru asal Bandung, Taufan Aditya, mengakui jika peluang terbuka lebar. Terlebih untuk pasar Asia, termasuk Indonesia, bagi para programmer dan ahli bahasa komputer.‎‎

"Asia itu ibaratnya tanah tak bertuan, pemainnya masih sedikit yang benar-benar ada di kelas profesional, apalagi di Indonesia," kata Taufan, Kamis (7/9).‎

Vice President bidang content dan relation dari Refactory.id, Hafidz Mukti Ahmad, menambahkan, ladang industri yang begitu luas dengan keterbatasan "petani penggarap" di bidang teknologi adalah masalah. Itu jadi tantangan Pemerintahan Joko Widodo yang hendak memberikan akses internet di seluruh nusantara yang ditargetkan berhasil diraih di 2019. Akses internet dan kehadiran para coder tak bisa dipisahkan‎

Hafidz, mantan wartawan yang akrab disapa Apit Surapit, melanjutkan, peluang semakin besar saat internet telah paripurna di seluruh nusantara yang mencapai 250 juta jiwa. "Tapi peluang itu berlaku bagi mereka yang telah siap.‎ Maka persiapkanlah sedari sekarang," kata dia.

‎Refactory.id sendiri mencoba untuk mengambil peluang tersebut dengan membuka bootcamp singkat di Bandung, bagi pengkode dan programmer kelas menangah. Bootcamp dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pada level profesional setiap tiga bulan sekali. Pasalnya, kebutuhan industri belum bisa terpenuhi dengan sumber daya manusia yang ada.‎‎

"Sulit memang jika yang ikut bootcamp kami itu tanpa dasar sama sekali di dunia coder dan pemrograman. Karena waktu yang singkat hanya tiga bulan. Tapi tidak menutup kemungkinan ke depan untuk membuka kelas bagi para peminat newbie," ujarnya.

Di Indonesia sendiri, belum banyak penyedia bootcamp profesional seperti Refactory.id. Namun diprediksi hal itu akan menjadi tren dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya telah hadir beberapa bootcamp, dengan harga yang bervariasi antara Rp 30 juta hingga Rp 40 juta untuk setiap batch, dalam waktu 12 minggu, dengan tingkat kepadatan belajar yang luar biasa.

Harga itu cukup murah dibandingkan kursus singkat yang setara bagi para coder dan programmer di luar negeri, yang biayanya berkisar di angka US$ 10.000 hingga US$ 15.000 atau Rp 130 juta- Rp 180 juta-an.‎‎

Survei global yang dilakukan menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai ahli bahasa komputer dinilai memiliki kesempatan 89 persen lebih baik dari pada karir pekerjaan lain yang hanya 44 persen. ‎‎

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Glassdoor di 2015, delapan dari 25 pekerjaan paling diinginkan adalah dari dunia industri teknologi. Para coder dengan keahlian mereka bisa dengan mudah masuk di Apple atau mungkin industri lain seperti kesehatan hingga otomotif.

‎Laporan dari Burning Glass di tahun lalu mengatakan jika ada tujuh juta lapangan pekerjaan bagi para coder. Setidaknya ada lima lapangan pekerjaan utama yang akan dengan mudah membuka pintu bagi para coder, yaitu, pekerja di bidang IT, analis data, artis dan desainer, engineer dan ilmuan.

Burning Glass mencatat, pendapatan seorang coder lebih tinggi US$ 22.000 dari pekerja profesional lainnya dalam rata-rata per tahun. Apa yang paling diinginkan industri saat ini? Dan itu potensi bagi mereka yang ingin menjadi coder.

Di 2015, data BLS mengungkap dari 26 juta lapangan pekerjaan di Amerika Serikat, kemampuan pemrograman komputer dan coder paling dicari ketimbang pekerjaan lainnya. Kebutuhan industri dan stok ahli coder tidak seimbang.‎

Mengingat begitu besarnya peluang kerja, Bahkan Massachusetts Institute of Technology (MIT)‎ meluncurkan program baru mereka di New Hampshire yang disebut Coding Across the Curriculum "TeachCode Academy". Program itu mendorong guru-guru di sana belajar computer science dan memasukannya dalam kurikulum.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT