Ini Rahasia Harga Murah dari Produk Xiaomi

Pendiri dan CEO XIaomi, Lei Jun di acara sharing session "The Xiaomi Way of Innovation", di Jakarta, 29 September 2017. (BeritaSatu Photo/Herman)

Oleh: Herman / YUD | Rabu, 27 September 2017 | 17:52 WIB

Jakarta - Perusahaan start up Xiaomi selama ini terkenal dengan produk berharga murah. Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia, pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun membeberkan rahasia perusahaannya bisa menjual produk dengan harga yang sangat kompetitif dibandingkan para kompetitor. Lei mengatakan perusahaan smartphone pada umumnya memasang harga 2,5 kali lipat dari modal, sementara harga jual yang ditetapkan Xiaomi tidak sampai 1,1 kali.

Lei juga menjelaskan bagaimana harga sebuah produk bisa terbentuk, mulai dari modal bahan baku dan ongkos produksi, biaya riset dan pengembangan, biaya pemasaran dan promosi, biaya penjualan dan saluran distribusi, serta margin keuntungan. Dari kelima hal tersebut, Xiaomi hanya fokus pada dua hal pertama.

"Bagaimana harga produk kami bisa sangat kompetitif? Kami mengambil untung nol dari hardware. Dalam lima tahun pertama pembentukan perusahaan Xiaomi, kami juga tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk pemasaran, promosi dan distribusi. Di awal, produk Xiaomi kami jual sendiri. Jadi kami telah menghemat banyak hal," kata Lei Jun di acara sharing session "The Xiaomi Way of Innovation", di Jakarta, Rabu (29/9).

Lei mengatakan Xiaomi juga merelakan untuk mengambil margin keuntungan yang sangat tipis. Selain itu, Xiaomi juga memproduksi perangkat dalam jumlah yang besar. Dengan cara ini, perusahaan bisa membeli kebutuhan produksi dengan harga yang lebih murah, sehingga biaya produksi bisa lebih ditekan.

Lei memberi contoh harga Power Bank Xiaomi yang hanya 69 RMB, sementara produk lainnya dari para kompetitor dengan kualitas yang lebih rendah dijual seharga 200 RMB.

"Sebelum kami membuat Power Bank, di Tiongkok harga produk tersebut sekitar 200 RMB. Sebagian besar memiliki desain buruk dengan kualitas yang rendah. Kami kemudian memperkenalkan Power Bank dengan desain dan kualitas yang lebih baik, tapi harganya hanya 69 RMB. Tidak sampai satu tahun, market share produk kami di Tiongkok mencapai 80%," bebernya.

Contoh lainnya untuk produk Mi Band. Produk milik pesaing dijual seharga US$ 150, sementara Mi Band dari Xiaomi yang diklaim tahan air dan memiliki daya tahan baterai lebih dari 60 hari hanya dijual seharga US$ 10. "Inilah gambaran dari produk kami. Memiliki kualitas terbaik, desain terbaik, namun dengan harga yang sangat kompetitif," ujar Lei.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT