Shipper Ingin Perkuat Sistem Logistik di Industri E-Commerce

Penandatanganan kerjasama antara Shipper dan Pos Indonesia, di Jakarta, 4 Oktober 2017 (Beritasatu Photo/Herman)

Oleh: Herman / FER | Rabu, 4 Oktober 2017 | 18:41 WIB

Jakarta - Dalam industri e-commerce, urusan logistik atau pengiriman barang seringkali menjadi masalah yang menghambat jalannya bisnis. Misalnya harus mengantar barang pesanan ke penyedia layanan logistik yang kerap menyita waktu, hingga melakukan tracking pengiriman.

Untuk menyederhanakan proses tersebut, perusahaan rintisan (startup) Shipper telah membuat sebuah terobosan dengan menyediakan plaform online jasa pengiriman dengan layanan perbandingan harga dari berbagai penyedia jasa logistik di Indonesia, jasa pemesanan (booking), penjemputan barang (pick-up) tanpa biaya tambahan, hingga tracking atau pelacakan pengiriman barang.

"Shipper didirikan dengan fokus utama berkontribusi pada Indonesia dengan membuka lapangan pekerjaan baru sebagai mitra kurir kami. Selain itu, Shipper juga ingin mendukung misi pemerintah dalam memperkuat sistem logistik di Indonesia," ujar pendiri Shipper, Budi Handoko, di peluncuran Shipper, di Jakarta, Rabu (4/10).

Budi menambahkan, saat ini Shipper fokus pada pengiriman barang e-commerce terlebih dahulu. Sudah ada 19 jasa logistik di Indonesia yang diajak kerja sama, yaitu JNE, J&T, Tiki, RPX, Wahana, Sicepat, Lion Parcel, Ninja Xpress, Grab Parcel, AtriXpress, aCommerce, ARK Express, Popbox, FedEx, DHL, Aramex and iCommerce, dan Pos Indonesia. Melalui platformnya, pengguna bisa membandingkan harga pengiriman barang dari ke-19 penyedia jasa logistik tersebut.

"Di setiap kota, kami memiliki beberapa kurir yang akan melakukan penjembutan barang. Setelah itu kurir kami akan langsung mengantar barang tersebut ke hub kami, kemudian akan diberikan ke penyedia jasa logistik yang dipilih. Dengan begitu, penjual online atau perusahaan mempunyai lebih banyak waktu untuk hal yang lebih penting karena tidak harus mengantar barangnya ke penyedia jasa logistik," ujarnya.

Saat ini Shipper telah beroperasi di area Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Kediri, dan Solo. Hingga akhir tahun, Shipper menargetkan untuk membuka jaringan baru di 20 kota besar lainnya di Indonesia.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT