Praktis dan Efisien, Alasan Fintech Diminati Masyarakat

Produk financial technology (Fintech) Tunaiku (Istimewa)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Senin, 9 Oktober 2017 | 13:58 WIB

Jakarta - Fenomena financial technology (fintech) merupakan sebuah progresi alami menuju efisiensi pasar, sehingga menjadi kekuatan yang harus diakui. Terlebih, banyak perusahaan penyedia jasa keuangan digital memberikan berbagai kemudahan produk kepada nasabahnya. Hal ini, membuat perusahaan penyedia jasa keuangan konvensional dipaksa untuk mengubah model bisnisnya untuk ikut berkompetisi.

CEO Tunaiku, Vishal Tulsian mengatakan, saat ini model pendanaan melalui fintech tumbuh menjadi idola di kalangan masyarakat. Dengan adanya kemajuan teknologi digital perbankan seperti saat ini, kata dia, beberapa langkah yang menjadi tahapan pendanaan secara konvensional dapat tereliminasi.

"Kehadiran fintech membantu masyarakat lebih efisien melalui pemanfaatan teknologi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Inilah gunanya fintech dalam hal efisiensi, dan tidak hanya menekan biaya pengurusan dan lain-lain," kata Vishal di Jakarta, Senn (9/10).

Menurutnya, sebagai penyedia jasa layanan kredit keuangan tanpa agunan berbasis digital yang mengutamakan kecepatan dan kemudahan, nasabah Tunaiku dapat melakukan pinjaman mulai dari Rp 2 juta sampai dengan Rp 15 juta, dengan tenor peminjaman mulai dari 6 bulan sampai 12 bulan.

"Tunaiku memanfaatkan teknologi internet dalam melaksanakan bisnisnya. Proses peminjaman berjalan cepat dan mudah, mulai dari pengumpulan, penganalisaan, sampai proses transfer dana sekitar 3 hari, membuat masyarakat makin mempercayai proses perbankan digital seperti ini saat ini," jelasnya.

Peningkatan Jumlah Nasabah

Awal tahun 2017, kata Vishal, pihaknya baru memiliki sebanyak 33.000 nasabah. Saat ini, Tunaiku telah meningkatkan performanya dengan meraih 43.000 peminjam. "Kami berusaha memenuhi kebutuhan finansial baik perorangan maupun grup bisnis serta memberikan alternatif cara praktis, mudah, cepat dan terpercaya untuk setiap penerima pinjaman," tambahnya.

Sampai dengan saat ini, kata Vishal, 70 persen kebutuhan pengajuan pinjaman ditujukan untuk memenuhi kebutuhan seperti merenovasi rumah dan biaya melanjutkan pendidikan. Sementara, sisanya lebih banyak diajukan untuk pemenuhan biaya kesehatan, rekreasi, pembelian barang elektronik, dan lain-lain.

"Kepercayaan masyarakat terhadap produk fintech sangat dipahami dan disinilah Tunaiku hadir untuk memberikan solusi. Jika masyarakat membutuhkan solusi keuangan atau ingin berbagi kisah inspiratif mengenai produk yang kami tawarkan, dapat mengunjungi laman www.tunaiku.com," tambahnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT