ShopBack Raih Pendanaan US$ 25 Juta

Country General Manager & Co-founder Shopback Indra Yonathan saat memberikan keterangan pasca perhelatan diskon akbar Hari Belanja Online Nasional 2016 di Jakarta, Senin 19 Desember 2016. (Beritasatu Photo/Uthan A Rachim/Uthan A Rachim)

Oleh: Faisal Maliki Baskoro / FMB | Selasa, 7 November 2017 | 10:00 WIB

Jakarta - Portal belanja e-commerce ShopBack berhasil menggalang dana US$ 25 juta (Rp 337,6 miliar), sehingga total pendanaan yang diraih perusahaan rintisan (startup) ini mencapai US$ 40 juta.

Pendanaan ini dipimpin oleh Credit Saison dari Jepang. Lebih dari 10 investor institusi berpartisipasi dalam pendanaan ini, antara lain: Blue Sky, Intouch Holdings PLC, dan investor existing SoftBank Ventures Korea, Singtel Innov8, Qualgro, East Ventures, dan AppWorks.

"Cashback adalah batu pijakan yang mendasari berdirinya ShopBack di Indonesia dan mendirikan landasan bagi konsumen untuk berbelanja lebih pintar. Sesuai dengan nilai kami 'The Smarter Way', kami baru saja menambah layanan agregasi untuk belanja transportasi, kode voucher, dan layanan digital vertikal yang menyederhanakan cara berbelanja konsumen kami. Kami ingin menjadi portal gaya hidup dan belanja one-stop bagi semua warga Indonesia," kata Indra Yonathan, co-founder dan country head ShopBack Indonesia, dalam siaran persnya hari ini.

Shopback berasal dari Singapura dan memiliki cabang di negara lain seperti Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand. ShopBack Indonesia adalah portal belanja yang menawarkan cashback, diskon, promo, hingga voucher belanja dari portal-portal belanja dan perjalanan di Indonesia mulai dari Mataharimall.com, Tokopedia, hingga AirAsia. 

Saat ini ShopBack melayani hampir 1.000 pemesanan per jam dengan angka penjualan per tahun melebihi US$ 300 juta dari 1.300 partner merchant e-commerce di seluruh dunia seperti TaoBao dan EBay. ShopBack memiliki 3,5 juta konsumen di enam negara sejak dibentuk tahun 2014.

"Model bisnis ShopBack dibangun untuk menangkap peluang pertumbuhan e-commerce di Asia Pacific. Model bisnis ini menawarkan solusi belanja pintar seperti rekomendasi lintas kategori. Tim ShopBack juga berhasil menunjukkan kemampuan membangun basis pelanggan yang terus tumbuh, ini adalah dasar bagi kesuksesan," kata Sean Lee, partner SoftBank Ventures Korea.

ShopBack memiliki 130 karyawan di enam negara. Indra Yonathan sendiri adalah pendiri proyek Android One di Indonesia dan pernah menjabat sebagai ketua Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional).

"Melihat ShopBack menaklukkan enam pasar dalam waktu kurang dari tiga tahun adalah hal yang luar biasa dan yang lebih menggembirakan bagi kami adalah melihat Indonesia berkembang menjadi pasar yang penting bagi Shopback. Apa yang dicapai ShopBack dalam tujuh bulan di Malaysia, berhasil dicapai dalam sebulan di Indonesia," kata Willson Cuaca, managing partner East Ventures.

Dia mengatakan potensi pertumbuhan ShopBack Indonesia masih terbuka lebar dengan cara menambah kategori dan produk.

Hingga akhir tahun ini, akan ada banyak event belanja e-commerce yang bisa dimanfaatkan konsumen seperti: Singles Day (11 November). Black Friday dan Cyber Monday (24-30 November), Festival Belanja Online (23-30 November) dan Harbolnas (12 Desember).




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT