Perlu Sinergi dan Penguatan Kelembagaan Inkubator Bisnis

Sekretaris Institut IPB Ibnul Qayyim yang mewakili Rektor IPB membuka kegiatan FGD dan Business Matching IncuBie IPB di Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/11). Acara tersebut ditujukan untuk memperkuat kelembagaan inkubator bisnis dan mendorong pengembangan bisnis dari peserta inkubasi. ()

Oleh: PR / HS | Rabu, 8 November 2017 | 06:06 WIB

Bogor – Sinergi dan penguatan kelembagaan sangat diperlukan dalam mengoptimalkan peran inkubator bisnis untuk menciptakan wirausaha berbasis teknologi. Untuk itu, kolaborasi dari berbagai pihak dengan beragam potensi diharapkan semakin banyak mencetak usaha rintisan atau perusahaan pemula (start up), khususnya dalam agribisnis dan agroindustri.

Demikian salah satu benang merah dalan focus group discussion (FGD) yang digelar Pusat Inkubator Bisnis dan Pengembangan Kewirausahaan (IncuBie) Institut Pertanian Bogor (IPB) di Bogor, Selasa (7/11). FGD yang didukung Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) itu diikuti oleh pimpinan dan jajaran internal IPB, Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bogor. Selain itu, hadir juga perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, perbankan, dan beberapa peserta inkubasi yang siap mempresentasikan model bisnisnya masing-masing.

Ketua AIBI Asril F Syamas menjelaskan bahwa sinergi dari berbagai pihak tersebut harus segera dilakukan sehingga ada peningkatan peran inkubator bisnis secara umum. Hal tersebut juga semakin memperluas kinerja untuk memfasilitasi tenant atau peserta inkubasi sehingga dapat berkembang dengan baik. Khusus IncuBie IPB yang merupakan model dalam pengembangan inkubator bisnis secara nasional pun memerlukan sinergi dan kerja sama tersebut.

“Inkubator IPB sudah masuk dalam kategori inkubator tahap lanjut tapi perlu ada penguatan. Kami ajak semua stakehokder Incubie untuk terus mendorong terwujudnya wirausaha atau perusahaan pemula berbasis teknlogi,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa ecara ekosistem sebenarnya IPB sudah cukup lengkap dan sangat mendorong penguatan inkubator bisnis. IPB mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dan memperkuat peran inkubator bisnis.
“Ekosistemnya sangat mendukung, ada IncuBie, Science Techno Park (STP), divisi bisnis, serta BLST (PT Bogor Life Science and Technology) dan beberapa pihak lainnya yang dapat disinergikan dengan lebih baik. Jika ada sinergi tentu semakin banyak melahirkan perusahaan pemula berbasis teknologi,” katanya.

Kepala Divisi Inkubator Bisnis IncuBie IPB Rokhani Hasbullah mengatakan bahwa penguatan kelembagaan inkubator bisnis juga harus terus dilakukan. Kelembagaan tersebut sangat penting agar kinerja inkubator bisnis bisa melayani dan memenuhi tuntutan dari peserta inkubasi. “Kelembagaan yang kuat secara internal mendorong inkubator bisnis lebih fleksibel dalam menjalankan perannya,” kata Rokhani.

Da menjelaskan, keberadaan inkubator bisnis juga secara legal sangat didukung Peraturan Presiden (Perpres) 27/2013 Tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha. Untuk itu, implementas dari Perpres tersebut bisa ditindaklanjuti oleh perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pihak swasta.

Asril menambahkan bahwa jangan sampai keberadaan inkubator bisnis yang kaku dalam lingkungan perguruan tinggi justru menutup ruang gerak dan potensi yang bisa dikembangkan.

Rektor IPB Herry Suhardiyanto, dalam sambutan tertulis pembukaan FGD, berharap agar forum FGD bisa membantu IPB melaksanakan percepatan dalam memulai start up bisnis dengan format dan strategi yang tepat. Demikian juga implementasi dari sinergi academic, bussiness (dunia usaha), government (pemerintah pusat/daerah), dan community (komunitas) atau yang dikenal dengan ABGC pun belum optimal untuk mendorong alih teknologi.

“Untuk itu, perlunya percepatan penyusunan peraturan teknis terkait insentif, sistem pengelolaan keuangan, kepemilikan hak kekayaan intelektual, inovasi yang produktif, dan adaptif,” kata Sekretaris Institut IPB Ibnul Qayyim ketika membacakan sambutan Rektor IPB.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris IncuBie Ahmad Yani menyampaikan bahwa sejak berdiri tahun 1994, IncuBie telah menginkubasi 226 tenant, dari jumlah itu terdapat 43 tenant yang diinkubasi selama tahun 2016-2017. Saat ini, IncuBie mendampingi sembilan perusahaan pemula berbasis inovasi yang didanai Kemristekdikti.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari banyak pihak karena peminat untuk diinkubasi sangat banyak, sedangkan kemampuan kami cukup terbatas,” katanya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT