Startup Periklanan StickEarn Raih Pendanaan Awal Rp 13,5 M

Para pendiri StickEarn (ki-ka): Archie Carlson, Sugito Alim, Hartanto Alimdan Garry Limanata. (Ist)

Oleh: Faisal Maliki Baskoro / FMB | Kamis, 9 November 2017 | 10:52 WIB

Jakarta - Perusahaan startup periklanan StickEarn memperoleh pendanaan benih awal (seed funding) senilai US$ 1 juta atau Rp 13,5 miliar dari East Ventures. StickEarn akan menggunakan dana ini untuk mengakuisisi talent atau sumber daya manusia dan riset dan penelitian.

"StickEarn memiliki dua tujuan penting selain laba. Pertama, kami ingin mengakomodasi keinginan klien kami, perusahaan pengiklan, untuk mendapatkan hasil kegiatan pemasaran yang lebih efektif dan terukur. Kedua, kami juga ingin memberdayakan mitra StickEarn dengan pendapatan tambahan,” kata Sugito Alim, co-founder StickEarn, dalam pernyataannya hari ini.

StickEarn menyediakan tempat bagi pengiklan untuk mempromosikan produk mereka di badan mobil StickEarn. Saat ini StickEarn memiliki 250 mobil dengan biaya iklan mulai dari Rp 1 juta per mobil untuk 30 hari. StickEarn juga memiliki keunggulan lokasi yang berpindah-pindah sementara billboard iklan bisa menghabiskan biaya iklan Rp 250 juta di satu lokasi. Sementara mitra akan dibayar sesuai dengan jarak dan lokasi yang diinginkan pengiklan.

"Sejak didirikan pada Januari tahun ini, StickEarn telah menjalin kerja sama dengan 50 perusahaan dan puluhan ribu pengemudi," kata Archie Carlson, co-founder StickEarn.

StickEarn melihat pasar iklan menggunakan mobil di Indonesia belum disentuh oleh banyak pemain, di mana hal ini sudah umum di Singapura dan AS. Padahal, jumlah kendaraan dan lamanya waktu yang dihabiskan di Indonesia, terutama di Jakarta, sangat tinggi. Menurut StickEarn, warga Jakarta rata-rata menghabiskan waktu dua jam di jalan. Di Jakarta, 35 persen warganya menghabiskan kebanyakan waktu mereka di jalan.

Willson Cuaca, managing partner East Ventures, mengatakan alat GPS yang semakin murah membuat iklan offline bisa terukur secara online. "Kami melihat StickEarn mempunyai potensi bisnis yang besar. Mereka memiliki bisnis model yang segar dan para pendirinya mempunyai visi yang jelas dalam mengembangkan perusahaan ke depan".

StickEarn didirikan oleh Garry Limanata, Sugito Alim, Hartanto Alim dan Archie Carlson. Hingga November 2017, StickEarn aktif beroperasi di 14 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Malang, Padang, Medan, Bali, Makassar, Batam dan Pekanbaru. Selain produksi dan pemasangan stiker reklame di mobil, StickEarn juga memberikan layanan bagi para pengiklan dalam bentuk konsultasi dan solusi yang​ dapat ​​disesuaikan​ ​dengan ​​kebutuhan ​​pihak ​​pengiklan​




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT