Akseleran Incar Salurkan Pembiayaan Crowdfunding Rp 200 M

Para pendiri Akseleran. CEO dan Co-founder Ivan Nikolas Tambunan (ketiga dari kiri) (istimewa)

Oleh: Faisal Maliki Baskoro / FMB | Senin, 13 November 2017 | 20:36 WIB

Jakarta - Akseleran, perusahaan rintisan (startup) berbasis investasi menargetkan bisa menyalurkan hingga Rp 200 miliar di 2018 dalam bentuk crowdfunding atau pembiayaan gotong royong secara online.

Perusahaan yang baru berdiri Oktober lalu ini telah berhasil menyalurkan Rp 6 miliar hingga saat ini dan menargetkan bisa menyalurkan Rp 30 miliar hingga Maret, 2018. "Tahun depan kami optimistis bisa menyalurkan hingga Rp 200 miliar karena kami melihat tren crowdfunding terus berkembang," kata CEO dan Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan, kepada Beritasatu.com hari ini.

Ivan melihat peluang peer-to-peer lending, salah satu bentuk crowdfunding, ke depan akan terus tumbuh ditopang oleh masih banyaknya pelaku usaha yang belum mendapatkan akses permodalan, pertumbuhan internet, kesenjangan investasi yang masih luas, dan konsep sharing economy yang semakin diterima masyarakat.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan dari 25 perusahaan fintech p2p lending yang sudah tercatat, dana yang tersalurkan sebanyak Rp 1,6 triliun hingga kuartal ke-III tahun ini, naik 600 persen YoY.

Di antara puluhan startup p2p tersebut, Akseleran memposisikan dirinya di segmen pinjaman Rp 20 juta-Rp 2 miliar. "Akseleran memposisikan dirinya di UKM dan usaha tahap awal. Kita bergerak di pinjaman Rp 20 juta - Rp 2 miliar. Kalau di bawah itu lebih berisiko, dan kita tidak bergerak di personal dan consumer loan yang berisiko. Kita khusus di business loan," kata Ivan.

"Yang membedakan Akseleran dengan perusahaan p2p lending lainnya adalah agunan. Peminjam bisa mengajukan pinjaman dengan atau tanpa agunan. Dengan adanya agunan maka bunga kami bisa lebih kompetitif. Bunga kita di 11,75 persen-30 persen efektif, flat 6,35-17,35 persen. NPL kami sejauh ini masih 0 persen," kata Ivan.

Untuk mengembangkan bisnisnya, Ivan mengatakan, ke depan, Akseleran akan fokus membangun basis investor (crowd) dan mencari peminjam lebih banyak lagi. Saat ini, Akseleran memiliki 3.000 lender dan 15 borrower (peminjam), mulai dari usaha ikan hias hingga kontraktor migas dengan nilai pinjaman Rp 20 juta hingga Rp 2 miliar.

Akseleran didirikan Oktober lalu dengan closed seed funding (investor awal yang dirahasiakan) sebesar enam digit us dolar dan saat ini tengah mencari pendanaan seri A untuk menopang ekspansinya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT