Intrajasa Tegaskan Posisi dalam Bisnis Fintech di Indonesia

CEO Intrajasa, Milasari Anggraini. (Istimewa)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Jumat, 24 November 2017 | 17:32 WIB

Jakarta - Sejak menanamkan kehadirannya dalam industri financial technology (fintech) dengan ekosistem yang dibangun khusus, Intrajasa memposisikan branding Intrapayment untuk produk yang dijalankan. Sebagai perusahaan yang memegang lisensi pengiriman uang, Intrajasa telah mengembangkan layanan dan platform teknologi selain untuk pengiriman uang, juga untuk pasar payment gateway. Produk yang ada dalam layanan ini, termasuk dari mitra baru seperti Alipay, WechatPay dan China Union Pay.

Presiden dan CEO Intrajasa, Milasari Anggraini, mengatakan, dengan memiliki platform teknologi untuk pengiriman uang dan payment gateway, pihaknya memposisikan diri secara unik sebagai operator yang dapat menjalankan kedua bisnis.

"Dari sekian operator yang ada di industri, kami fokus untuk menjadikan Intrajasa sebagai leader di pasar terkait transaksi keuangan di Indonesia. Dengan adanya tambahan modal baru, kami tidak hanya akan mengembangkan jangkauan di dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu pemain penting di pasar pengiriman uang internasional," ujar Milasari, di Jakarta, Jumat (24/11).

Menurutnya, dalam usaha memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan untuk menerima pengiriman uang di Indonesia, pihaknya terus menguatkan jaringan pengiriman, termasuk untuk memberikan fasilitas kepada mitra usaha dalam mendistribusikan pengiriman uang.

"Selain itu, telah di tambahkan pula kemitraan yang memungkinkan terjadinya pengambilan pengiriman di kantor Pos untuk market yang tidak memiliki rekening bank, sebagai pelengkap dari penerimaan melalui bank channel," kata Milasari.

Untuk melengkapi dan penyempurnaan kepuasan yang berkelanjutan terhadap kualitas layanan kepada pelanggan, kata Milasari, Intrajasa telah menyiapkan aplikasi mobile yang bertujuan memberikan kemudahan sekaligus rasa aman bagi pelanggan dalam mengirimkan uang secara real-time.

"Perluasan jaringan layanan baik didalam maupun diluar negeri adalah sangat penting agar pelanggan dapat menggunakan layanan Intrapayment dengan mudah," paparnya.

Dengan produk yang telah dimiliki, lanjut Milasari, perusahaan memiliki keyakinan untuk memenuhi kebutuhan dari pelanggannya terkait dengan pengiriman uang dari dan ke Indonesia. "Obyektif perusahaan adalah menjadi platform transaksi keuangan yang terbesar, dengan kelengkapan layanan mulai dari pengiriman uang, payment gateway dan layanan komunitas yang berbasis transaksi," tegasnya.

Lebih lanjut, Milasarai mengatakan, untuk pengembangan sesuai dengan obyektif tersebut, adanya penambahan modal akan melengkapi aset yang dibutuhkan untuk pengembangan bisnis pengiriman uang dari dan ke Indonesia, dan juga memberikan kesempatan cross selling baik bagi bisnis payment gateway dan layanan transaksi komunitas di masing-masing lingkup jaringan.

"Pencapaian perusahaan sampai dengan saat ini secara finansial maupun koneksi dengan mitra pengiriman memberikan optimisme yang melompat jauh dari target perkembangan bisnis yang dicanangkan. Hal tersebut, sangat dimungkinkan akibat dari pertumbuhan industri maupun eksekusi bisnis yang berhasil dijalankan oleh perusahaan," pungkasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT