Kulina Wakili Start-Up Indonesia di Google Launchpad

Kulina (Ist)

Oleh: Herman / FMB | Jumat, 1 Desember 2017 | 14:19 WIB

Jakarta - Google mengumumkan telah terpilihnya Kulina sebagai start-up asal Indonesia yang akan ikut serta dalam program Launchpad Accelerator kelas kelima. Kulina, layanan katering langganan yang memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan proses supply chain dan logistik, masuk sebagai satu-satunya peserta start-up asal Indonesia, dan akan bergabung dengan 23 developer pilihan lainnya yang berasal dari kawasan Afrika, Asia, Eropa dan Amerika Latin.

Launchpad sendiri adalah sebuah program yang diadakan oleh Google. Selama dua minggu penuh, tim Kulina akan menghabiskan waktu di San Fransisco untuk mengikuti program dari Google yang mencakup bimbingan dari para Engineer Google serta Product Manager, dan mentor-mentor ahli lainnya dari berbagai perusahaan teknologi serta Ventura Capital di Silicon Valley. Program kelas kelima Launchpad Accelerator akan dimulai pada 29 Januari 2018.

"Selama dua minggu, para developer dan start-up akan menerima bantuan tanpa ekuitas, serta mendapatkan pelatihan teknis gratis, bimbingan individual, dan akses edukasi lainnya guna membantu menyukseskan pembuatan aplikasi dan start-up mereka, dan kemudian dilanjutkan selama enam bulan di negara asal masing-masing," tulis perwakilan Google dalam keterangan resminya yang diterima Beritasatu.com, Jumat (1/12).

Kulina sendiri awalnya berasal dari Yogyakarta, dan walaupun mereka memilih untuk melayani area Jakarta, sebagian besar tim masih berkantor di kota pelajar tersebut. Startup ini memiliki visi untuk membuat makanan berkualitas bisa terjangkau oleh jutaan orang, sembari memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat.

Hingga saat ini, Google telah mengirimkan 23 start-up Indonesia ke kantor pusatnya di Mountain View, California. Google berkomitmen untuk terus mengembangkan lebih banyak developer berbakat Indonesia dan membantu pemerintah Indonesia bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT