Aplikasi "Juru Parkir" Tawarkan Solusi Bayar Parkir Non Tunai

CEO TKI Abid Muhammad saat memperkenalkan aplikasi ini di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Desember 2017. (istimewa)

Oleh: Chairul Fikri / CAH | Rabu, 6 Desember 2017 | 18:32 WIB

Jakarta - Masalah parkir di pinggir jalan di daerah perkotaan khususnya di Jakarta belakangan memang menjadi kebutuhan pokok para pengguna kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Ini lantaran lahan parkir yang disediakan para pemilik usaha terkadang bersinggungan dengan kondisi jalanan di Ibukota.

Meski masalah parkir  telah diatur dala Undang-Undang No. 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, namun UU tersebut terkadang berpotensi menimbulkan gesekan antara pemilik lahan dengan jalan yang disediakan pemerintah. Karena jumlah populasi kendaraan di Indonesia khususnya yang berada di perkotaan kini pertumbuhannya mencapai 12 persen setiap tahunnya. Sehingga pemerintah kini harus benar-benar memikirkan lahan untuk parkir kendaraan bermotor bagi pengunanya.

Hal itu juga berbarengan dengan angka pendapatan dari parkir yang angkanya hingga kini mencapai 15,96 triliun pertahunnya. Angka itu sebenarnya masih belum dioptimalkan karena pengeloalan pendapatan parkir yang ada sekarang belum dikelola secara optimal.

Untuk mengatasai hal itu, pihak PT Tekhnologi Kode Indonesia (TKI) kini menawarkan solusi dengan memperkenalkan sebuah aplikasi yang diberi nama "Juru Parkir". Aplikasi Juru Parkir ini diperkenalkan khusus untuk membayar parkir dengan cara non tunai lewat aplikasi digital dan penerapannya mirip seperti mekanisme pembayaran pada layanan ojek online.

"Aplikasi Juru Parkir merupakan solusi untuk permasalahan yang mengakar terkait retribusi parkir. Pemerintah juga bisa memantau pendapatan parkir secara realtime tanpa harus menunggu laporan dari petugas parkir," ungkap CEO TKI Abid Muhammad saat memperkenalkan aplikasi ini di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/12).

Dalam penggunaanya, Aplikasi mobile yang dikembangkan perusahaanya berusaha menawarkan solusi berupa sistem pengumpulan data transaksi parkir dimana pengguna wajib memasang aplikasi di ponsel pintarnya. Aplikasi ini nantinya akan digunakan setiap akan memarkirkan kendaraan. Petugas parkir sendiri akan dibekali sebuah perangkat khusus untuk menjalankan sistem ini.

"Dalam penggunaannya, pengguna kendaraan dapat dengan mudah menentukan lokasi parkir yang telah disediakan (on the street), dimana Petugas parkir sendiri akan dibekali sebuah perangkat khusus untuk menjalankan sistem ini. Selain untuk menjalankan sistem, perangkat khusus ini juga dapat digunakan untuk pembayaran non tunai lewat kartu uang elektronik. Selain tentunya mencetak struk untuk konsumen sebagai bukti adanya transaksi parkir," tutur Akbid.

"Dulu pendapatannya kecil karena pengawasannya masih konvensional. Sehingga sangat sulit untuk mendapatkan laporan transaksi yang transparan dan rawan penyelewengan petugas di lapangan," tutupnya.

Hingga kini aplikasi yang terus dikembangkan ini sudah mulai ditawarkan kepada beberapa dinas terkait dan juga pemerintah dibeberapa daerah. Dengan penggunaan aplikasi ini, diharapkan akan mampu menekan angka penyelewengan dan kebocoran akibat peyalahgunaan tekhnologi yang digunakan oleh para juru parkir yang ada di jalanan.

Sedangkan bagi konsumen yang parkir dilahan yang menggunakan aplikasi ini akan mempermudah masyarakat untuk mencari lokasi parkir dan metode penmbayarannya pun bisa menggunakan fasilitas tunai maupun non tunai.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT