DAM Corporation Ingin Bangun Ekosistem Fintech di Indonesia

DAM Corporation Ingin Bangun Ekosistem Fintech di Indonesia
Manaing Director DAM Corporation, Fanny Verona ( Foto: Beritasatu.com / Herman )
Herman / FMB Kamis, 21 Desember 2017 | 19:30 WIB

Jakarta - Dalam memajukan industri teknologi keuangan atau financial technology (fintech) di Indonesia, salah satu tantangan besarnya adalah membangun ekosistem fintech yang saat ini dinilai belum siap. Misalnya saja masih banyak tempat-tempat yang belum bisa menerima pembayaran nontunai, begitu juga dengan proses top-up uang elektronik yang dinilai masih menyulitkan.

Karenanya, Digital Artha Media (DAM) Corporation sebagai salah satu startup fintech di Indonesia berkomitmen untuk membangun dan mewujudkan ekosistem fintech di Indonesia melalui berbagai inovasi dan solusi. Hal ini sejalan dengan misi DAM sebagai fintech enabler yang berperan aktif dalam mendorong penyerapan dan implementasi solusi fintech di berbagai sektor.

"Tahun depan, kita mau membangun ekosistem fintech, dalam artian bukan hanya untuk produk-produk fintech yang dikelola DAM, tetapi untuk semua pemain di industri fintech. Jadi nantinya mereka juga bisa memanfaatkan ekosistem kita," ujar Managing Director DAM Corporation, Fanny Verona, di acara Fintech Outlook 2018, di Jakarta, Kamis (21/12).

Upaya yang dilakukan adalah melalui inovasi dan terobosan solusi yang dimiliki DAM, di antara solusi Internet Payment Gateway, Offline Payment thru EDC & POS, Virtual Card Number (VCN), Merchant Payment Transfer, e-Toll dan e-Parking, One to Many, Transfer Whitelabel, dan Co-Brand Hyper Localization.

Saat ini produk-produk yang dikelola oleh DAM Corp seperti Mandiri e-cash dan Line Pay e-cash. Tahun depan, DAM juga akan meluncurkan beberapa produk fintech lainnya seperti Indiepay untuk solusi dompet elektronik, Indieprint untuk memudahkan proses mencetak dokumen berbasis cloud, dan Wagon yang merupakan aplikasi untuk para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) seperti pemilik warung untuk menjalankan usaha PPOB (Payment Point Online Bank).

"Untuk membangun ekosistem fintech, kita tidak mencoba bersaing dengan pemain fintech lain. Tapi kita mau membangun ekosistem untuk kita semua. Sebab the real competitor kita sebenarnya adalah uang cash, bukan pemain fintech yang lain. Jadi ekosistem industri ini harus lebih disiapkan lagi," ujar Fanny.



Sumber: BeritaSatu.com