Enam Tren di Industri Fintech Tahun 2018

Enam Tren di Industri Fintech Tahun 2018
Manaing Director DAM Corporation, Fanny Verona ( Foto: Beritasatu.com / Herman )
Herman / FMB Kamis, 21 Desember 2017 | 19:47 WIB

Jakarta - Menurut data ASEAN Banks: Fintech Opportunity and Threat yang dirilis pada Maret 2017, Indonesia merupakan negara dengan nilai transaksi fintech tertinggi di Asia Tenggara. Bank Indonesia juga memprediksi total transaksi fintech hingga akhir tahun 2017 akan mencapai USD 18,65 miliar.

Bagaimana dengan tahun 2018? Menurut Kamar Dagang Indonesia (Kadin), investasi fintech di 2018 diprediksi akan menembus angka Rp 105,6 triliun. Menurut data Statista, transaksi fintech di Indonesia akan mencapai USD 23,8 miliar pada 2018.

Digital Artha Media (DAM) Corporation sebagai salah satu startup fintech dengan beberapa produknya seperti Mandiri e-cash dan Line Pay e-cash memberi gambaran mengenai tren fintech pada tahun 2018.

1. Kolaborasi dengan perbankan
Dikatakan Managing Director DAM Corporation, Fanny Verona, pada tahun depan ada kecenderungan yang besar bagi perbankan untuk berkolaborasi dengan perusahaan fintech.

"Kami melihat trennya akan ada sinergi yang kuat antara bank dan perusahaan fintech. Dengan kolaborasi ini, diharapkan perbankan juga mampu menjangkau lebih banyak nasabah unbanked yang sudah menggunakan layanan atau produk fintech," ujar Fanny Verona, di acara Fintech Outlook 2018, di Jakarta, Kamis (21/12).

2. Personalisasi
Tren kedua adalah pemanfataan automated personalization, di mana bank akan memanfaatkan kekuatan fintech untuk mempersonalisasi penawaran yang dapat dilihat pengguna di semua perangkat mereka. Bank juga dapat menghadirkan promo yang disesuaikan dengan banking habit end-user-nya.

3. Voice recognition atau pengenalan suara
"Tren ketiga yaitu teknologi Voice User Intervace (VUI) yang dihadirkan teman-teman di industri smartphone. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk mengendalikan fitur-fitur produk dalam perangkat hanya menggunakan suara," tuturnya.

Teknologi VUI ini berkembang dengan cepat karena menawarkan cara perintah yang lebih cepat, mudah dan menyenangkan. Dengan teknologi ini, pengguna bisa melakukan transfer, mengecek saldo dan aktivitas finansial lainnya hanya dengan suara.

4. Asia sebagai tuan rumah
Tren selanjutnya menyebutkan bahwa Asia akan menjadi rumah bagi investasi fintech.

5. Meningkatnya transaksi mobile
Kemudian inovasi teknologi mobile juga akan terus berkembang. Fanny menyebutkan, salah satu tren fintech sepanjang tahun ini adalah kemunculan transaksi mobile, terutama yang terkait dengan consumer purchase. Sehingga, perusahaan fintech mengintegrasikan teknologi ini ke dalam aplikasi untuk mengoptimalkan penawaran melalui platform selular. Trend ini pun diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2018 nanti.

6. Cybersecurity
Tren keenam berkaitan dengan keamanan, privasi, dan kepercayaan yang akan terus menjadi tantangan. Fanny menegaskan, selama tahun 2018 dan tahun-tahun berikutnya, perusahaan fintech yang menginginkan pangsa pasar yang baik, perlu bersikap proaktif dan memposisikan aspek keamanan dan proteksi konsumen sebagai senjata utama mereka dalam meraih pengguna.



Sumber: BeritaSatu.com