Menhub dan Pengemudi Bahas Lima Poin Aturan Angkutan Online

Menhub dan Pengemudi Bahas Lima Poin Aturan Angkutan Online
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memasang stiker resmi pada kendaraan angkutan sewa khusus (online) di Jakarta pada, Sabtu, 25 November 2017. ( Foto: Beritasatu Photo / Thresa Sandra Desfika )
Thresa Sandra Desfika / YUD Senin, 29 Januari 2018 | 17:29 WIB

Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan pengemudi angkutan sewa khusus (online) membahas lima poin utama terkait penerapan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) 108/2017.

Hal tersebut muncul dalam pertemuan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menerima 15 orang perwakilan pengemudi online yang melakukan aksi demonstrasi pada Senin (29/1).

"Permintaan dari perwakilan itu beragam. Saya mengerti memang menurut hemat saya layak dipertimbangkan dan bisa dibicarakan untuk dicari jalan keluarnya," kata Menhub di Jakarta, Senin (29/1).

Salah satu hal yang diminta pengemudi, lanjut Budi, adalah kejelasan mengenai sanksi atau suspend. Maka dari itu, sambung Budi, pihaknya akan bertemu dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk mencari jalan keluar bagaimana mekanisme bisa berlangsung lebih baik.

"(Kedua) tatanan antara mereka, yakni driver dan aplikator juga mereka minta difasilitasi. Saya bersedia. Nanti, kita bertemu dari perwakilan pengemudi, perwakilan aplikator, dan kami sebagai regulator," lanjut Menhub.

Dia mengatakan, pengemudi juga minta pengurusan SIM A umum lebih murah. Oleh karena itu, poin ketiga, Budi siap berkomunikasi dengan Kepolisian dan mendorong agar pembuatan SIM dibuat secara kolektif oleh pengemudi

"(Keempat) mengenai uji kir. Kir ini tandanya disimpan di mana? Mereka tidak mau diketrik, maunya dibuat seperti kalung tanda mereka sudah uji kir," jelas Budi.

Sedangkan, poin terakhir yang dibahas terkait dengan pemasangan stiker di kendaraan. "Berkaitan dengan stiker nanti kita bicarakan bagaimana yang terbaik bagaimana supaya diterima," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE