Kiai Maman Imanulhaq, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi, Majalengka

Oleh: Kiai Maman Imanulhaq

Surat Fatihah dan surat-surat yang lain dalam Alquran adalah rahmat dari Allah yang bisa dijadikan obat pagi penyakit kebangsaan dan kemanusiaan yang diderita bangsa ini sekarang.

Moralitas makin terpuruk. Semangat dan sikap kebudayaan memburuk. Etos kerja, kejujuran, dan kepatuhan kepada konstitusi, undang-undang, serta peraturan, sudah ambruk. Ke semuanya membuat sebagian masyarakat bersikap apatis, pesimistis, bahkan putus asa.

Bangsa ini butuh pengobatan. Rukiah adalah jawaban. Karena rukiah adalah terapi rohani memohon perlindungan Allah taa’la dengan ayat-ayat Alquran, zikir dan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. (Ibnul Atsir, An Nihayah fii Ghariibi Al Hadits. 2/254)

Pertanyaannya, siapa yang bisa merukiah bangsa yang sedang sakit ini? Mengacu pada pendapat Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani dalam “Fathul Bari” (10/240), rukiah harus menggunakan ayat-ayat Alquran yang di dalamnya mengandung spirit yang akan mendorong bangsa ini untuk kembali memahami dan merumuskan pemahaman Islam, melalui tiga soko utamanya, yakni iman (akidah), Islam (syariah), dan ihsan (akhlak al-karimah) yang transformatif untuk ditawarkan dan direfleksikan menjadi pemahaman alternatif agar bisa menjadi energi atau motor penggerak transformasi dalam mewujudkan keadilan sosial.

Segala ikhtiar transformatif tersebut diorientasikan untuk mengubah kehidupan bangsa Indonesia ke arah yang lebih adil, humanis, demokratis, pluralis, toleran, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, baik pada tataran struktural maupun kultural.

Dengan rukiah Qurani, saatnya mencerdaskan generasi Qurani menuju masyarakat yang cerdas, mandiri, dan beradab. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Penulis: /AB