Seorang umat muslim membaca kitab suci Al Quran di Masjid Raya Al Mashun, Medan, Sumut.

Ajaran Islam datang untuk menyucikan manusia dan mengangkat derajatnya. Ia menyucikan fisiknya dengan mandi dan berwudu, menyucikan jiwanya dengan rukuk dan sujud.

Islam adalah jasmani dan rohani, dunia dan akhirat dengan falsafah puasa. Islam menegaskan bahwa manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Nilai manusia tidak terletak pada jasadnya, akan tetapi terletak pada rohani yang menggerakkannya. Karena rohani inilah, Allah memerintahkan malaikatnya untuk hormat kepada manusia, karena rohani datangnya dari Allah SWT. Firman Allah,”Ingatlah di waktu Tuhanmu berkata kepada para malaiakat: Aku menciptakan manusia dari tanah, dan setelah Aku sempurnakan, Aku tiupkan ke dalamnya roh-Ku, maka hormatlah kalian kepadanya.” (QS ShAd 71-72)

Setelah itu, manusia mengenali siapa yang meniupkan roh kapadanya dan yang memuliakannya atas seluruh makhluknya. Mereka itu akan bersyukur kepada pemberi nikmat, sementara ada manusia-manusia yang melupakan Tuhannya, melupakan kepada zat yang meniupkan roh kepadanya.

Puasa Ramadan sebagaimana Rasulullah jelaskan dapat mengangkat derajat pelakunya menjadi unsur rahmat, kedamaian, ketenangan, kesucian jiwa, akhlak mulia dan perilaku yang indah di tengah-tengah masyarakat.

“Bila salah seorang dari kalian berpuasa, maka hendaknya ia tidak berbicara buruk dan aib. Dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang, maka berkatalah: aku berpuasa.” (HR Bukhori).

Penulis: Tim @SedekahHarian/AB