GTN Sediakan Data Center Berkelas Dunia

Head Of Corporate Planning PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Akira Yoshimoto (tengah), didampingi Director GTN Kazuomi Izumi (kanan) dan COO GTN Miko Yanuar (kiri) memberikan penjelasan perkembangan kinerja GTN di Jakarta, Rabu (31/5/2017). GTN Data Center yang memiliki kualitas data center Jepang ini memiliki prinsip Shin Gi Tai (Spirit, Technique, dan Physical Strength) berfokus pada pelayanan data center untuk perusahaan perbankan, E-commerce, Multifinance, Logistik, Telkomunikasi dengan standar sekuriti tinggi. (Investor Daily / Emral) ()

Oleh: Emanuel Kure / GOR | Jumat, 2 Juni 2017 | 16:19 WIB

JAKARTA -- PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) menghadirkan layanan pusat data (data center) yang berkelas dunia dengan mengadopsi sistem manajemen mutu berkualitas asal Jepang. GTN adalah perusahaan patungan (joint venture) antara PT Multipolar Technology Tbk yang merupakan bagian dari Lippo Group dan perusahaan yang berbasis di Jepang, yaitu Mitsui & Co Ltd.

Director GTN Kazuomi Izumi mengatakan, kolaborasi Mitsui dan Multipolar Technology dalam membentuk GTN adalah perpaduan antara dua entitas perusahaan yang memiliki kekuatan luar biasa. Mitsui merupakan salah satu perusahaan terbesar di Jepang yang bergerak di bidang investasi dan perdagangan, termasuk pengembangan infrastruktur international terkemuka. Karena itu, Mitzui menjadi tandem yang sempurna dengan Lippo Group yang memiliki semangat enterpreneurship tinggi.

“GTN menjadi penyedia layanan data center yang memiliki prospek cerah. Sebab, GTN didukung oleh dua kekuatan besar, yaitu Mitsui dan Lippo. GTN disebut sebagai Japan quality data center. GTN pun mengadopsi sistem manajemen dan mutu yang berkualitas tinggi yang berasal dari Jepang,” kata Izumi di Jakarta, Rabu (31/5).

Menurut dia, Mitsui menganut spirit yang disebut Shin Gi Thai. Shin berarti spirit/spiritualitas, Gi memiliki arti teknik (skill), dan Tai berarti kekuatan fisik (phisical strength). Mitsui pun memiliki spirit, loyalitas, dan semangat yang luar biasa dalam membangun dan mengembangkan infrastruktur.

“Dalam membangun GTN, kami juga didukung oleh Kajima Construction yang berasal dari Jepang, dan juga SECOM, salah satu perusahaan yang khusus menangani masalah keamanan. Jadi, dengan kualitas seperti ini, GTN merupakan data center world class, tetapi lokal pricing,” tambah Izumi.

Sementara itu, Head of Corporate Planning GTN Akira Yoshimoto mengungkapkan, keberadaan data center di Indonesia telah didukung oleh regulasi yang bagus. Pemerintah pun mewajibkan setiap perusahaan yang beroperasi di Tanah Air untuk menempatkan pusat datanya di Indonesia, terutama yang bergerak di sektor finansial dan perbankan.

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No 82 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik untuk mendukungnya. Belum ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerbitkan Surat Edaran (SE) No 18/2017 tentang Tata Kelola dan Manajemen Risiko Teknologi Informasi pada Layanan Pinjam-Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi. Intinya, industri financial technology (fintech) diwajibkan untuk menempatkan data center-nya di Indonesia.

“Kami melihat pemerintah sangat mendukung supaya data center harus berada di Indonesia walaupun sampai saat ini belum ada punishment yang jelas bagi yang belum mematuhi peraturan tersebut. Tetapi, kami siap untuk bekerja sama dengan partner guna menyiapkan data center berkualitas kelas dunia. Mereka hanya perlu fokus pada bisnis utamanya,” jelas Akira.

Dia menjelaskan, GTN memiliki kemampuan untuk menyediakan data dan aplikasi setiap saat, keamanan yang teruji, serta sistem teknologi informasi terkini untuk mendukung kelancaran operasional bisnis berjalan dengan baik. “Para pelaku usaha tidak perlu dipusingkan lagi dengan kerumitan dan kompleksitas dalam mengelola data center sendiri, percayakan itu kepada GTN,” ucapnya.

ISO 9001 and ISO 27001
Sementara itu, GTN Data Center yang berlokasi di Lippo Cikarang telah didukung oleh tenaga ahli khusus dan terampil di bidangnya. GTN Data Center juga telah berhasil memperoleh berbagai sertifikasi, seperti ISO 9001 and ISO 27001, yang menjadikannya sebagai data center bertaraf internasional. Keberhasilan memperoleh sertifikasi tersebut melengkapi sertifikasi Rated-3 TIA942 yang diperoleh tahun 2016.

COO GTN Miko Yanuar melanjutkan, GTN Data Center secara khusus dirancang dengan konsep green data center dan standar berkualitas Jepang, tingkat keamanan tinggi, dan ketersediaan sumber daya listrik ganda dari Cikarang Listrindo, dengan dua sumber listrik terpisah (dedicated grid) yang aktif.

GTN Data Center juga dilengkapi dengan koneksi internet atau data komunikasi, teknologi Dynamic Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) untuk jaminan ketersediaan 24x7, water cooling system untuk efisiensi energi, serta berbagai sertifikasi internasional. “Dengan kualitas inilah, kemudian, kami memperoleh berbagai sertifikasi internasional,” terang Miko.

Fasilitas GTN
Berdiri di atas tanah seluas 15.000 meter persegi, saat ini, GTN Data Center telah siap dengan fasilitas bangunan dua lantai berkapasitas 2.000 rak server untuk memenuhi kebutuhan pengguna dari berbagai sektor industri. Secara bertahap, GTN Data Center akan dikembangkan hingga 40.000 meter persegi dengan lebih dari 20.000 rak, yang menjadikannya sebagai data center terbesar di Indonesia.

Selain itu, GTN Data Center memiliki sistem keamanan teruji dari SECOM, yang merupakan standar sistem keamanan di Jepang. Bentuk teknologi hijau/ramah lingkungan yang diterapkan di GTN Data Center adalah cold aisle containment system (CACS). Tujuannya untuk menghemat energi dan menurunkan biaya pendinginan.

Pemanfaatan water chilled cooling system akan mampu menghemat konsumsi listrik 10% hingga 15% lebih rendah dibandingkan dengan pendingin udara konvensional. GTN Data Center juga memanfaatkan Dynamic Rotary Uninterruptible Power Supply (DRUPS) yang bekerja tanpa menggunakan baterai, sehingga menjamin bebas limbah beracun pada pengoperasiannya.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT