Nokia Perkenalkan Software dengan Kecerdasan Buatan

Bhaskar Gorti, president of applications & analytics Nokia (Sumber: nokia.com) ()

Oleh: Abdul Muslim / GOR | Senin, 12 Juni 2017 | 14:42 WIB

JAKARTA – Nokia memperkenalkan kemampuan dan keahlian baru dari kecerdasan buatan pada algoritma machine learning pada perangkat lunak (software), yakni Nokia Autonomous Customer Care dan Nokia Cognitive Analytics for Crowd Insight, serta jajaran layanan Nokia Analytics Office. Solusi baru ini akan membantu para operator telekomunikasi dalam memperkuat pengalaman digital pelanggan.

Bhaskar Gorti, president of applications & analytics Nokia, mengatakan, sebagai langkah strategis berikutnya untuk memperkuat lini bisnis perangkat lunak, Nokia berinvestasi secara besar-besaran yang akan bermanfaat untuk pelanggan dalam membangun bisnis digital operator. Nokia akan berupaya untuk menghilangkan kebutuhan untuk menelepon customer service jika terjadi masalah, dengan menghilangkan masalah dari awal.

“Kami juga ingin menghadirkan kemampuan bagi operator layanan agar lebih bisa memahami dan mengerti secara konteks yang benar mengenai kebutuhan dari konsumen mereka,” ujar Gorti, dalam keterangannya, baru-baru ini.

Sementara itu, Software Nokia Autonomous Customer Care menyasar pasar interaksi pelanggan, subsegmen pasar pelayanan pelanggan yang mempunyai pertumbuhan tercepat di antara subsegmen yang lain. Pertumbuhannya diperkirakan 9% per tahun dan mencapai nilai penjualan US$ 1,48 miliar pada 2020, menurut Analysys Mason.

Tersedia pada kuartal III-2017, perangkat lunak Nokia Autonomous Customer Care menghadirkan kemampuan machine learning yang mumpuni untuk para operator dalam membantu untuk menyelesaikan berbagai masalah yang berdampak pada layanan, sebelum hal tersebut terjadi.

Layanan tersebut juga terhubung dengan asisten cerdas konsumen yang populer, seperti Apple Siri, Amazon Alexa, Microsoft Cortana, Facebook Messenger, dan platform media sosial populer lainnya. Hal ini pun memungkinkan pelanggan untuk menggunakan bahasa sehari-hari dan berbagai jalur pilihan untuk melakukan troubleshoot dan mendapatkan layanan tanpa ditunda.

Selanjutnya, Nokia Cognitive Analytics for Crowd Insight adalah perangkat lunak baru yang menggunakan algoritma machine learning Nokia Bell Labs untuk melacak dan menganalisis pergerakan kumpulan data dari pelanggan, menggunakan data jaringan real-time sebagai ganti data GPS, atau aplikasi.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT