Bekraf Berangkatkan 11 Start-up ke AS

Ilustrasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). (Istimewa)

Oleh: Abdul Muslim / GOR | Senin, 19 Juni 2017 | 08:32 WIB

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberangkatkan 11 pebisnis rintisan berbasis teknologi (start-up) dan perusahaan teknologi terbaik di Indonesia mengikuti festival South by The Soutwest (SXSW) 2017 di Austin, Texas, Amerika Serikat (AS) pada 10 - 19 Maret 2017.

Perusahaan yang diberangkatkan terdiri atas empat start-up, tujuh perusahaan teknologi, dan satu band dari subsektor musik, yakni Digital Happiness, Happy5, Kuassa, Qlue, Anymo, Avani, GO-JEK, Blibli.com, Kaskus, Picmix, dan Slingshot.

“Pemerintah melalui Bekraf ikut serta dalam kegiatan ini untuk membuka pintu bagi produk kreatif ke pasar global, khususnya di subsektor musik, film, dan start-up teknologi,” kata Deputi Bidang IV Pemasaran Bekraf Josua Puji Mulia Simanjuntakpesannya di Jakarta, pekan lalu.

Digital Happiness merupakan perusahaan video game independen dari Bandung, Jawa Barat, yang didirikan tahun 2013 dengan mengimplementasi kebudayaan Indonesia ke dalam konsep sebuah video game. Perusahaan ini berhasil menjadi pengembang game Indonesia pertama yang berhasil menciptakan DreadOut, game horror dengan jumah pengunduh lebih dari satu juta kali di tiga platform, yakni PC, Mac, dan Linux.

Selanjutnya, Happy5 yang didirikan pada 2014 merupakan sebuah aplikasi seluler yang dibuat khusus untuk lingkungan pekerjaan. Lewat aplikasi yang telah digunakan di Vietnam dan Kanada ini, pekerja dapat mengungkapkan suasana hati saat bekerja yang dapat menjadi acuan petinggi perusahaan untuk membuat suasana kerja menjadi lebih nyaman.

Kuassa didirikan tahun 2009 oleh sekumpulan musisi. Kuassa menjadi software musik pertama Indonesia yang berkembang menjadi salah satu perusahaan yang dipercaya oleh dunia untuk produk audio, antara lain oleh Dieter Hartmann (komposer film Hollywood) dan Tony Vincent (finalis The Voice Amerika).

Qlue adalah sebuah aplikasi yang terintegrasi dengan Jakarta Smart City dan mengajak partisipasi masyarakat untuk melaporkan keluhan terhadap lingkungan di sekitarnya, seper ti banjir, sampah, kemacetan, jalan rusak, kebakaran, dan lain-lain. Setiap laporan akan dipantau perkembangannya untuk memastikan setiap keluhan ditindaklanjuti.

Anymo merupakan sebuah instrument musik yang dirancang oleh Raka Shiddiq dari Impera Guitar.co., generasi ketiga pembuat gitar Indonesia di Bandung, Jawa Barat. Desainnya terinspirasi dari bentuk gitar tradisional yang kemudian dikombinasikan dengan gitar modern, sehingga menghasilkan gitar dengan bentuk teramping di dunia.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT