Lindungi Anak, Agung Suryamal Siap Luncurkan Platform Digital

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Istimewa)

Oleh: L Gora Kunjana / GOR | Rabu, 5 Juli 2017 | 02:03 WIB

BANDUNG- Anak-anak merupakan golongan paling rawan mengalami kekerasan yang dilakukan orang dewasa atau yang lebih kuat. Oleh karena itu perlu sebuah platform khusus yang berfungsi untuk mengawasi anak- anak saat tidak berada di rumah, atau jauh dari pantauan orangtua.

Demikian dikemukakan bakal calon Gubernur Jawa Barat Agung Suryamal dalam keterangannya di Bandung, Selasa (4/7), menanggapi kejadian naas yang menimpa dua orang anak perempuan WF (10) dan ID (11). Keduanya ditemukan warga tergeletak bersimbah darah di bebatuan Sungai Ciloseh, Kecamatan Purbaratu, Tasikmalaya Jawa Barat, 30 Juni lalu.

Nyawa salah satu korban yaitu WF tidak terselamatkan. Sementara ID yang ditemukan dengan posisi tertelungkup berbalut kaos putih berlumuran darah masih bisa diselamatkan. Menurut penyelidikan pihak kepolisian, diduga kuat korban WF sempat mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya tewas dengan luka parah di leher.

Ketua Umum Kadin Jawa Barat itu pun menyampaikan rasa duka mendalam dan berharap keluarga korban dapat kuat dan tabah. Beruntung, kata Agung, pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku dalam waktu singkat.

“Saya turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa anak- anak tercinta ini, kita doakan agar almarhumah WF tenang disisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan dapat kuat, dan tabah. Sementara bagi korban yang selamat semoga lekas pulih, dan bisa segera mendapat treatment pasca trauma,” ungkap Agung.

“Ke depannya kami dari dunia usaha berencana untuk men-develop sebuah platform digital yang dilengkapi dengan fitur- fitur khusus untuk mendeteksi keberadaan anak yang kebetulan sedang berada di luar pantauan orangtua. Platform ini sudah banyak digunakan di negara-negara maju dalam bentuk smartwatch,” ujar Agung.

Dengan bantuan aplikasi ini, orangtua dapat melacak lokasi anak- anak mereka selama beraktivitas lewat smartwatch. Selain itu, fitur ini juga dapat melakukan panggilan darurat, menerima pesan singkat, atau mengirimkan pesan suara.

“Ketika dalam keadaan bahaya, anak dapat mengirimkan pesan SOS ke orangtua melalui smartwatch yang mereka kenakan. Secara otomatis, orangtua akan menerima notifikasi bahwa anak berada dalam keadaan darurat, dan disertai pula dengan lokasi sang anak,” papar Agung.

Platform seperti ini dikatakan Agung sudah banyak dijual di pasaran hanya saja harganya cukup tinggi sehingga tidak semua masyarakat mampu untuk memiliki. Namun, Agung memastikan khusus bagi warga Jawa Barat dirinya akan menyediakan platform dengan biaya lebih rendah tanpa mengurangi fasilitas platform.

Platform seperti ini nantinya akan dapat dimiliki oleh setiap warga di Jawa Barat. Diharapkan melalui pemanfaatan platform ini bisa memberantas kekerasan dan kriminalitas terhadap anak,” simpul Agung.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT