Shopee Pertahankan Ongkos Kirim Gratis

Shopee tawarkan diskon 95% (ist/ist)

Oleh: Abdul Muslim / GOR | Sabtu, 15 Juli 2017 | 00:39 WIB

JAKARTA – Aplikasi mobile marketplace Shopee langsung membuat terobosan dengan merilis layanan gratis ongkos kirim (ongkir) ke seluruh Indonesia sejak hadir pertama kali pada Desember 2015. Layanan tersebut akan tetap dipertahankan sebagai strategi memenangi persaingan pasar.

Head of Operations Shopee Indonesia Handika Jahja memaparkan, layanan gratis ongkir dihadirkan untuk membantu pengembangan kewirausahaan dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia, serta menjaring lebih banyak lagi konsumen untuk berbelanja online melalui platform Shopee.

“Layanan gratis ongkir kami berikan ke seluruh wilayah di Indonesia. Konsepnya berupa subsidi, yaitu maksimal Rp 30.000. Dengan nilai tersebut, saya rasa sebagian besar sudah ter-cover,” kata Handika, pada acara Halal Bihalal yang digelar Shopee di Jakarta, Kamis (13/7).

Handika menyampaikan, layanan tersebut akan tetap diberikan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Apalagi, saat ini, persoalan logistic masih menjadi salah satu hambatan bagi orang ketika berbelanja dan membuka usaha secara online.

“Selama kita melihat gratis ongkir ini bisa memajukan bisnis e-commerce di Indonesia, tentunya akan terus kita support. Mungkin sampai bisnisnya sudah mature dan setiap pelaku di bisnis ini sudah bisa mendapatkan keuntungan yang bagus,” tuturnya, seperti dikutip beritasatu.com.

Tidak hanya di Indonesia, layanan gratis ongkir juga dihadirkan hamper di seluruh negara tempat Shopee beroperasi. Saat ini, Shopee sudah hadir di negara Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Taiwan.

Bina UKM
Sementara itu, pada April 2016, Shopee telah mengumumkan komitmennya untuk mengalokasikan dana Rp 100 miliar guna terus mendorong lebih banyak anak muda Indonesia menjadi entrepreneur di Tanah Air.

Dana digunakan untuk mendukung mereka yang telah memulai bisnis, terutama dalam industri kreatif.

CEO Shopee Chris Feng meluncurkan inisiatif tersebut pada ajang Indonesia E-Commerce Summit and Expo 2016 di ICE BSD, Rabu, 27 April 2016. Menurut dia, pengusaha muda ketika memulai sebuah bisnis biasanya menghadapi tiga tantangan terbesar, yaitu pengetahuan tentang bisnis, teknologi, dan modal.

“Karena itu, dengan investasi Rp 100 miliar ini, Shopee meluncurkan Young Entrepreneur Program sebagai bentuk komitmen jangka panjang untuk mendukung pengusaha muda di Indonesia guna memulai dan mengembangkan bisnis mereka secara online,” ungkap Chris.

Menurut dia, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, hingga 2015, jumlah pengusaha di Indonesia tercatat hanya kurang dari 2%. Dari dari angka itu, hanya 08% pengusaha yang berusia di bawah 40 tahun. Padahal, anak muda terkenal sebagai generasi yang sering melahirkan ide-ide bisnis kreatif, terutama dalam beberapa subsektor industry kreatif seperti fashion, kuliner, kerajinan, dan seni rupa.

Shopee pun mempersiapkan program dukungan yang lengkap, termasuk di dalamnya dukungan teknologi dengan platform Shopee, pengembangan keterampilan dan pengetahuan mengenai e-commerce yang didapatkan melalui kelas-kelas pelatihan, serta dukungan financial dalam bentuk modal usaha dan subsidi ongkos kirim ke seluruh Indonesia.

Salah satu yang telah dimulai oleh Shopee pada 2016 sebagai bagian dari Young Entrepreneur Program adalah dengan melakukan ajang pencarian pengusaha muda di kampus-kampus seluruh Indonesia. Kampus merupakan fokus utama alam menjalankan inisiatif ini. Salah satu yang sedang dijalankan adalah Shopee Campus Competition, yang dimulai sejak Maret 2016 lalu.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT