Biaya, Infrastruktur, dan Kebijakan Jadi Isu Konferensi IoT

Ilustrasi Internet of Things (ISTIMEWA) ()

Oleh: Emralsyah / GOR | Senin, 7 Agustus 2017 | 14:41 WIB

JAKARTA- Isu-isu dalam lanskap internet of things (IoT) di Indonesia bakal menjadi isu utama yang akan dibahas dalam event Asia IoT Business Platform ke - 16 di Jakarta tanggal 7-8 Agustus 2017.

Berbagai topik terkait dengan industri, termasuk perkembangan digital terbaru di Indonesia serta tantangan dan masalah yang dihadapi perusahaan dan organisasi di berbagai industri vertikal, akan dibahas dan dijawab dalam Konferensi yang didukung oleh Kementerian komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tersebut.

Direktur Jenderal Aplikasi Informasi Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan pidato pemerintah mengenai upaya transformasi digital di Indonesia dan proyek digital pemerintah saat ini. Ia juga salah satu dari panel pembicara IoT Leader's Keynote Panel yang menampilkan diskusi terbuka dan mendalam mengenai IoT dengan para ahli terkemuka di negara ini dalam berbagai topik, mulai dari perkembangan utama IoT di Indonesia hingga isu kebijakan dan peraturan.

Acara Dua hari yang digelar di JW Marriot Jakarta ini dihadiri oleh lebih dari 400 eksekutif senior dan pemimpin IT dari Indonesia dan sekitarnya untuk ikut serta dalam diskusi yang membangun pengetahuan dan jaringan bisnis strategis di wilayah tersebut.

"Acara ini menyediakan platform kondusif bagi para pemimpin industri dan IT dari berbagai industri yang berbeda untuk berkumpul dan ikut serta dalam diskusi, yang pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pengetahuan dan pemahaman dalam industri. Ini adalah salah satu dari langkah penting dalam mendorong transformasi digital indonesia -- yang memungkinkan pemangku kepentingan untuk membawa masalah dan tantangan yang mereka hadapi dan mendapatkan jawabannya dari penyedia solusi dan vendor", ujar Irza Suprapto, Direktur Asia IoT Business Platform.

Asia IoT Business Platform baru-baru ini melakukan survei terhadap pemimpin IT di Asean mengenai pandangan mereka terhadap IoT. Survei tersebut menemukan bahwa 73,3% perusahaan dan organisasi lokal saat ini sedang dalam proses eksplorasi atau menemukan solusi IoT yang mungkin untuk diimplementasikan. Namun hanya 7% melaporkan mendapatkan keuntungan dari implementasi IoT apapun, dengan menyebutkan biaya, ketidakcocokan dengan sistem baru dan kompleksitas sebagai tantangan terbesar.

"Sungguh menggembirakan mengetahui bahwa perusahaan dan organisasi di Indonesia dan di wilayah tersebut secara aktif mengeksplorasi teknologi-teknologi IoT. Maka dari itu, kami selalu mendorong penyedia solusi dan vendor untuk lebih memahami gambaran itu di pasar ASEAN. Memahami tantangan dan kekhawatiran pengguna akhir dan mampu menjawab tantangan tersebut adalah elemen yang penting yang dapat membantu mendorong dan mempertahankan tingkat adopsi IoT tersebut di sini, " tambah Irza.

Acara ini juga menampilkan pemberian penghargaan tahunan Indonesia Enterprise Innovation Award yang mengapresiasi perusahaan dan organisasi yang telah memulai proyek-proyek digital untuk mentransformasi bisnis mereka melalui adopsi teknologi IoT. Pemenang tahun ini adalah Bank Negara Indonesia (BNI) dan Blue Bird Group. Setiap pemenang membawa pulang hadiah dan sertifikat, serta akomodasi untuk menghadiri World Congress on information Technology 2017 di Taiwan.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT