Gandeng Cybernic, BPT Hadirkan Solusi untuk Mengisolasi Malware

Blue Power Technology (BPT), anak perusahaan CTI Group menggandeng Cybernic, perusahaan yang bermarkas di AS (Amerika Serikat) memperkenalkan ISLA web malwre isolation ()

Oleh: Emanuel Kure / GOR | Selasa, 8 Agustus 2017 | 13:13 WIB

JAKARTA- Blue Power Technology (BPT), anak perusahaan CTI Group menggandeng Cybernic, perusahaan yang bermarkas di AS (Amerika Serikat) memperkenalkan ISLA web malwre isolation. Isla merupakan sebuah solusi yang dapat melindungi organisasi dari ancaman malware yang masuk melalui web, serta mengisolasi semua konten web di luar parimeter web.

President Direktur BPT Lugas M Satrio mengatakan, berdasarkan penelitian dari Ponemon Institute, kasus serangan malware yang terjadi selama ini pada umumnya masuk melalui web browser. Presentasenya mencapai 81% serangan virus atau malware itu berasal dari web browser. Solusi ISLA diklaim mampu mengisolasi serangan, sehingga setiap malware yang masuk akan terkunci di luar.

“Solusi ini mampu solve the problem sebesar 80%. Solusi ini mampu mengisolasi malware yang hendak masuk melalui web browser, sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan pada sistem sangat minim,” kata Lugas di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurut Lugas, BPT selaku distributor dari solusi ISLA mulai menawarkan solusi ini kepada perusahaan dan organisasi pemerintahan di Indonesia mulai 1 Agustus 2017. Saat ini, pihaknya sudah melakukan penjajakan dengan perusahaan maupun organisasi pemerintahan untuk menggunakan solusi ini.

“ISLA memang baru mulai masuk di Indonesia, tetapi ISLA sendiri telah sukses digunakan di berbagai lembaga keuangan, pemerintahan dan industri lainnya di Amerika dan Eropa. Berbeda dengan solusi lainnya, yang hanya mampu mendeteksi serangan, ISLA mampu mengisolasi serangan dan mampu melindungi perusahaan maupun organisasi pemerintahan secara optimal,” ujar Lugas.

Sementara, CEO Cybernic Samir Shah mengungkapkan, ISLA merupakan salah satu produk perintis industri yang idenya bermula dari SpaceX (American Aerospace and Space Transport Industry) yang melindungi organisasi dari ancaman web paling maju dengan mengisolasi semua konten web di luar parimeter jaringan.

“Pendekatan unik ini menghilangkan resiko drive by downloads, malvertizing, dan advanced phising attacks hingga seluruh serangan yang berasal dari web, serta mampu memberikan pengalaman browsing yang nyaman bagi pengguna,” tutur Samir.

Samir melanjutkan, Indonesia dengan sekitar 132 juta pengguna internet, membutuhkan produk cyber security generasi lanjutan yang handal. ISLA diklaim sangat ideal bagi perusahaan dalam melindungi end user dari serangan malware.

“Kami sangat antusias membawa ISLA ke Indonesia. Karena kami yakin, solusi ini akan mampu memberikan rasa aman bagi pengguna dalam berinternet di era digital saati ini,” imbuh Samir.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT