Kemperin Pimpin Delegasi Indonesia ke Ajang ConnecTechAsia

Kemperin Pimpin Delegasi Indonesia ke Ajang ConnecTechAsia
Kementrian Perindustrian (Kemperin) memfasilitasi 15 perusahaan Indonesia di ajang Pameran Teknologi "ConnecTechAsia 2018" pada 26 - 28 Juni 2018, di Singapura. ConnecTechAsia merupakan ajang bagi para pemain lokal di Indonesia untuk berbagi informasi dan mengembangkan pengetahuan terkini di bidang teknologi khususnya teknologi telekomunikasi, media digital dan komunikasi penyiaran. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 7 Juni 2018 | 21:26 WIB

Singapura - ConnecTechAsia sebagai ajang pameran teknologi terbesar di Asia, akan segera diselenggarakan di Marina Bay Sands, Singapura, pada tanggal 26-28 Juni 2018. ConnecTechAsia merupakan gabungan antara ajang rutin CommunicAsia dan BroadcastAsia serta ajang yang baru, NXTAsia.

Ajang CommunicAsia dan BroadcastAsia telah melayani sektor telekomunikasi dan media penyiaran selama hampir 40 tahun. Sementara itu, NXTAsia diselenggarakan untuk menghadirkan dan menunjukan beragam teknologi baru dan disruptif di era digital.

Project Director UBM, Viktor Wong, mengatakan, ConnecTechAsia 2018 merupakan pameran telekomunikasi, media dan teknologi (TMT) yang menghadirkan ekosistem infrastruktur dan inovasi, bisnis dan pemerintahan secara keseluruhan di kawasan Asia yang harus dikembangkan di era konvergensi digital modern.

"Tak hanya menjadi ajang pameran, ConnecTechAsia 2018 juga menggelar konferensi yang akan dihadiri oleh 200 pimpinan perusahaan," ujar Viktor Wong, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (7/6).

Wong mengatakan, berbagai topik akan diulas dalam konferensi ini seperti, Transformasi Bisnis Digital dengan fokus pada beragam tren terbaru seputar informasi, komunikasi dan teknologi (ICT), penyiaran dan bisnis, guna mencapai transformasi digital di masa depan.

"Konferensi yang berlangsung selama tiga hari tersebut, akan terdiri dari tiga trek, Networkcomms, BroadcastMedia dan EmergingTech," jelas dia.

Kementrian Perindustrian (Kemperin) memfasilitasi 15 perusahaan Indonesia di ajang Pameran Teknologi

Indonesia yang diwakili oleh Kementrian Perindustrian (Kemperin) akan menfasilitasi 15 perusahaan teknologi telekomunikasi, pembayaran digital dan media penyiaran mengikuti ajang pameran ini. Mereka akan memamerkan beragam inovasi lokal diantaranya, komputasi awan (cloud), Internet of Things (IoT), dan e-Commerce.

Adapun lima pemimpin industri yang akan berbagi keahlian di ajang konferensi ConnecTechAsia 2018 antara lain, Head of VAS & Digital Services PT Hutchison 3 Indonesia Sudheer Chawla, Group Head Digital Strategy & Investments Indosat Ooredoo Usman Khan Lodhi, CEO Fusion Payments Gregg Marshall, Chief Content Officer IPTV/ OTT Dens.TV Ario B Widyatmiko, dan CEO SuperSoccer TV Mirwan Suwarso.

Viktor Wong menambahkan, pihaknya merasa senang mendapatkan dukungan yang kuat dari pemerintah dan komunitas bisnis Indonesia dalam gelaran perdana ConnecTechAsia 2018.

"Peta jalan atau roadmap digital Indonesia sejalan dengan tujuan event ini yaitu untuk menciptakan platform yang mempersatukan sektor swasta dan publik dari ekosistem telekomunikasi, media dan teknologi (TMT) guna membantu transformasi digital di Asia," tambahnya.

Menurut Viktor Wong, ConnecTechAsia 2018 akan memfasilitasi lebih dari 1.700 perusahaan dari 52 negara dan kawasan yang akan menghadirkan beragam perangkat keras (hardware), inovasi dan layanan seputar sektor telekomunikasi, media dan teknologi.

"Dalam ajang ini, para profesional industri akan menyaksikan beragam inovasi dan kepemimpinan dalam pemikiran, seperti kecerdasan buatan (AI), realitas tertambah dan realitas virtual (AR/VR), keamanan siber (cyber security), IoT, Robotika, cloud dan data," tandasnya.

Tema tersebut, lanjut Wong, juga akan diulas dalam ajang Big Bang, sebuah konferensi yang berlangsung selama sehari dengan sorotan seputar, kecerdasan buatan, robotika, Industri 4.0 dan industri masa depan, membangun masa depan dengan inovasi dan realitas tertambah dan campuran. "Adapun pembicara yang hadir di ajang ini termasuk dari UBTech, University of Tokyo, dan Siemens Digital Factory," paparnya.

Wong menambahkan, CommunicAsia sebagai ajang industri internasional terkemuka di Asia untuk sektor telekomunikasi akan fokus pada Infrastruktur jaringan (FTT), komunikasi satelit serta software dan layanan telekomunikasi.

"Beragam industri terbaru untuk membantu berbagai perusahaan dan pemerintah di kawasan Asia untuk mempersiapkan diri menyambut era 5G, dan tetap memliki daya saing di sektor komunikasi dan digital," tandasnya.

Seiring dengan semakin populernya layanan berlangganan (on-demand) dan streaming, BroadcastAsia akan membahas tentang masa depan penyiaran yaitu bagaimana cara kita mendapatkan berita dan hiburan selama satu dekade terakhir dan beragam tantangan serta peluang bagi para penyedia penyiaran dan OTT tradisional. BroadcastAsia akan menyoroti beragam teknologi yang mengubah rantai nilai, seperti berbagai inovasi terbaru seputar UHD/HDR, IP Broadcasting, Live Production, Content Media Security, OTT dan Alternative Content Platforms.

Dalam ajang BroadcastAsia 2018 juga akan diluncurkan e-Sports Arena Studio yang baru. Studio ini akan menjadi tuan rumah ajang Ultimate Gaming Championship (UGC) edisi Asia untuk pertama kali. Kerja sama yang terjalin dengan WeOne, sebuah turnamen olahraga elektronik (e-Sport) berbasis blockchain dan platform permainan, serta penyelenggara e-Sports, Cresmos, memungkinkan peserta yang memilki semua akses tampilan permainan mempelajari apa yang terjadi di belakang layar di ajang e-Sport.

Dengan menghadirkan tayangan turnamen Heartsone selama tiga hari secara langsung, e-Sports Arena Studio akan mengundang para peserta untuk berinteraksi dengan para tokoh, pemain dan komentator yang terkenal, serta berkesempatan menyaksikan proses produksi, grafis, audio, encoding, dan transmisi turnamen e-Sport.

"Penyelenggaraan ConnecTechAsia 2018 bertujuan untuk menghadirkan ekosistem konvergensi digital secara menyeluruh, pengalaman interaktif dan sebuah platform yang memfasilitasi penemuan dan pemahaman batasan-batasan baru inovasi guna meningkatkan posisi perusahaan dan pemerintah Asia di tatanan global," pungkas Wong.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE