Aplikasi Seluler Diprediksi Meningkat Selama Piala Dunia 2018

Aplikasi Seluler Diprediksi Meningkat Selama Piala Dunia 2018
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang di panggung saat dilakukannya undian group di Istana Kremlin, Moskwa, 1 Desember 2017. ( Foto: AFP )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 8 Juni 2018 | 10:07 WIB

Jakarta - Perusahaan penyedia data dan pengetahuan mengenai aplikasi mobile, App Annie, merilis laporan penelitian The App Marketer's Guide to the World Cup yang menguraikan sejumlah insight penting mengenai gelaran Piala Dunia 2018.

Dalam laporan terbaru ini, pihak App Anne memprediksi Piala Dunia 2018 akan menjadi momen piala dunia seluler. Masyarakat akan lebih banyak mengkonsumsi pertandingan di Piala Dunia melalui ponsel mereka dibandingkan dengan sebelumnya, terutama melalui aplikasi.

Aplikasi berbasis layanan, disebutkan bakal mengalami peningkatan yang sangat besar di Piala Dunia. Pemakaian live streaming, diprediksi akan meningkat secara drastis. Selain itu, aplikasi ride sharing atau transportasi online, serta aplikasi pengiriman, akan menjadi primadona selama berlangsungnya Piala Dunia.

Laporan The App Marketer's Guide to the World Cup juga memuat sejumlah catatan penting lainnya. Sebanyak 80 persen konsumen menyatakan, mereka menggunakan tablet dan smartphone untuk mencari status pemain dan untuk memutar ulang video penting. Fenomena ini, lebih dikenal sebagai second screening atau skrining kedua.

Pihak App Annie menyebutkan, setiap gelaran Piala Dunia menandai era baru konsumsi acara langsung (live) di seluruh dunia. Piala Dunia 2014 di Brasil, ditandai oleh maraknya penggunaan sosial media (Sosmed). Sedangkan untuk Piala Dunia 2018, diprediksi akan lebih banyak ditandai oleh penggunaan seluler.

Berkaitan dengan gelaran Piala Dunia, pihak App Annie berharap dapat menemukan pertumbuhan besar pada tiga aplikasi bisnis utama, live streaming, food delivery, dan ride sharing. Hal itu tergambar dari aplikasi ride sharing yang meningkatkan porsi pemasangan iklan dalam aplikasi di Amerika Serikat (AS) selama minggu-minggu menjelang Piala Dunia.

Sementara, live streaming acara olahraga sendiri telah populer di seluruh dunia. Penonton online ajang Super Bowl 2018, disebutkan meningkat sebesar 45 persen dari tahun lalu. Sedangkan saat Olimpiade Musim Dingin 2018, layanan streaming meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2014.

Sebanyak 30 persen pendukung sebuah tim, melakukan streaming acara olahraga pada perangkat seluler. Hal tersebut dikarenakan, memungkinkan mereka untuk menonton permainan dan acara dengan persyaratan mereka sendiri.

Laporan ini juga menyebutkan, pengguna seluler rata-rata menghabiskan hampir 3 jam sehari untuk membuka aplikasi pada tahun 2017. Angka ini, bahkan lebih tinggi pada pasar negara berkembang seperti Indonesia dan Meksiko.

Dalam ajang Piala Dunia 2014, aplikasi resmi FIFA telah diunduh sebanyak 18 juta kali. Selain itu, 280 juta orang telah dijangkau secara online dengan konten khusus Piala Dunia atau sekitar 9,6 persen dari total populasi online pada tahun tersebut. Angka ini, diharapkan akan meningkat dua kali lipat pada tahun ini.

Pihak App Annie juga menyarankan, untuk brand (merek) yang mensponsori Piala Dunia atau mereka yang berusaha menangkap audiens yang tertarik dengan ajang turnamen sepakbola terbesar sejagat ini, tentunya harus menggunakan besarnya kesempatan yang ditawarkan oleh seluler.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE