Twitter Hapus Jumlah Pengikut yang Tidak Terkonfirmasi‬

Twitter Hapus Jumlah Pengikut yang Tidak Terkonfirmasi‬
Ilustrasi. ( Foto: AFP/EMMANUEL DUNAND )
Herman / YUD Kamis, 12 Juli 2018 | 15:58 WIB

Jakarta - Twitter mengumumkan upaya terbaru untuk membangun kepercayaan dan mendorong percakapan yang sehat di platform mereka, yaitu dengan menghapus akun terkunci dari metrik jumlah pengikut. Hal ini akan berdampak pada perubahan jumlah pengikut yang ditampilkan di profil pengguna.

Perwakilan Twitter melalui keterangan resmi, Kamis (12/7) menyampaikan, sepanjang tahun ini, Twitter banyak melakukan penguncian akun jika terdeteksi adanya perubahan mendadak dalam perilaku akun tersebut. Saat hal ini terjadi, Twitter akan menghubungi pemilik akun. Sebelum mereka memvalidasi akun dan mengubah kata sandi mereka, akun tersebut akan tetap terkunci dan mereka tidak dapat login ke Twitter. Pekan ini, akun-akun yang terkunci tersebut akan dihapus dari jumlah pengikut di seluruh profil secara global.

"Sebuah akun dapat dikunci jika Twitter mendeteksi perubahan mendadak dalam perilaku akun tersebut. Dalam situasi ini, Twitter akan menghubungi pemilik akun untuk melakukan konfirmasi bahwa mereka masih memiliki kontrol terhadap akun tersebut," tulis perwakilan Twitter.

Perubahan mendadak dalam perilaku akun ini dapat mencakup beberapa hal, seperti mencuit sejumlah besar volume balasan atau menyebut akun tertentu tanpa diminta, mencuitkan tautan-tautan yang menyesatkan, atau jika sejumlah besar akun memblokir akun tertentu setelah akun tersebut mention akun yang bersangkutan.

Twitter juga akan mengunci akun jika melihat kombinasi email dan kata sandi dari layanan lain yang disebarkan secara online dan percaya bahwa informasi tersebut dapat membahayakan keamanan akun, sehingga Twitter mengharuskan akun untuk mengubah kata sandinya untuk perlindungan. Hingga Twitter menerima konfirmasi bahwa semuanya baik-baik saja dengan akun tersebut, akun akan tetap terkunci. Hal ini akan mengakibatkan pemilik akun tidak dapat mengirim cuitan atau melihat iklan yang ada di Twitter.‬

"Akun-akun yang dikunci ini berbeda dari akun spam atau bot. Dalam banyak kasus, akun ini dibuat oleh orang sungguhan, tetapi Twitter tidak dapat memastikan bahwa orang asli yang membuka akun tersebut masih memiliki kontrol dan akses ke akun terkait. Sedangkan akun spam biasanya menunjukkan perilaku spam sejak awal, yang semakin dapat diprediksi oleh sistem Twitter, dan akun tersebut dapat dinonaktifkan secara otomatis," terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com