Sebuah gambar presiden Mesir Mohamed Morsi yang digulingkan terlihat menggantung pada puing-puing di Rabaa al-Adawiya Sqaure dekat Kairo, Kamis (15/8)

Kairo - Otoritas Mesir melakukan gertakan pada para pendukung Presiden Morsi dengan menangkap pemimpin tinggi spiritual Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie (70). Ia ditangkap, Selasa (20/8), di sebuah rumah di Nasr City, Kairo.
Menurut ONTV, saluran televisi pendukung militer, penangkapan dilakukan setelah informasi menunjukkan tempat persembunyian Badie.

Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim mengkonfirmasi kepada surat kabar Al Masry Al Youm, bahwa Badie telah ditangkap pada Selasa dini hari. Badie dan wakilnya Khairat el-Shater, yang berada dalam penahanan, akan menghadapi persidangan akhir bulan ini. Mereka dituduh ikut berperan dalam pembunuhan delapan demonstran di luar markas Ikhwanul Muslimin di Kairo, Juni lalu.

Badie terakhir kali terlihat di publik saat berada di panggung demonstrasi Masjid Rabaa, ketika Morsi digulingkan. Anaknya, Amnar Badie (38) ditembak mati saat unjuk rasa di Lapangan Ramses Kairo, pekan lalu. Dengan penangkapan dirinya, sebagian besar pemimpin Ikhwanul Muslimin sekarang berada dalam tahanan pemerintah interim, yang dipimpin militer.

Kementerian Dalam Negeri Mesir menyatakan telah menangkap lebih dari 1.000 “elemen” Ikhwanul Muslimin selama kerusuhan. Halaman Facebook Kementerian Dalam Negeri menunjukkan gambar Badie, dengan lingkaran hitam di matanya, tengah duduk di mobil di antara dua laki-laki berpakaian hitam.

“Melaksanakan keputusan jaksa penuntut umum untuk menangkap Mohamed Badie dan melalui informasi yang dikumpulkan dan pengamatan gerakan Ikhwanul Muslimin, memungkinkan para aparatur pencari kriminal di bawah arahan (pihak) keamanan untuk menangkap dia,” demikian kalimat caption keterangan mengkonfirmasi penangkapan.

Sementara itu, sumber pengadilan menyatakan sebuah tuduhan baru atas pembunuhan para demonstran ditujukan kepada Morsi. Sedangkan mantan presiden Hosni Mubarak memenangkan permintaan pembebasan bersyarat untuk tiga dari empat kasus tuduhan. Meski demikian, Mubarak masih dalam tahanan atas dakwaan keempat.

Suara Pembaruan

Penulis: D-11/MUT

Sumber:Suara Pembaruan