Video pembantaian tentara Suriah oleh para pemberontak
Diduga sekitar sepuluh tentara Suriah yang ditangkap dan dihabisi di video itu.

Sebuah video yang menampilkan sebuah unit pasukan pemberontak Suriah menendangi pasukan-pasukan pemerintah Suriah yang tertangkap dan kemudan mengeksekusi mereka dengan senapan mesin menimbulkan keprihatinan tentang sikap brutal pasukan pemberontak pada saat Amerika Serikat tengah mendorong gerakan oposisi.

Pihak PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia meyakini rezim Presiden Bashar Assad bertanggungjawab atas jumlah besar kejahatan perang di konflik Suriah yang telah berlangsung selama 19 bulan yang awalnya berupa pemberontakan damai dan kini telah berubah menjadi perang sipil yang brutal.

Namun para penyelidik kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia mengatakan kekejaman kaum pemberontak tengah meningkat.

Pada tahapan ini “bisa jadi tidak ada yang tangannya bersih,” ujar Suzanne Nossel, kepala kelompok hak asasi manusia Amnesty International kepada The Associated Press.

Pihak AS telah meminta sebuah kepemimpinan besar dari oposisi politik Suriah selama sebuah konferensi penting di Qatar minggu depan. Washington dan para sekutunya enggan memberikan dukungan kuat kepada oposisi yang sebagian besar bermarkas di Turki, dan menilainya sebagai hal tidak efektif, terpecah-pecah dan tak bisa dikendalikan dengan para pejuang berusaha menggulingkan Assad.

Namun dengan tambahan video baru ini, muncul keprihatinan tentang para pejuang-pejuang itu dan bisa merumitkan usaha Washington dalam memutuskan kelompok oposisi mana yang harus didukung. Video ini bisa dilihat di sini.

“Kami mengutuk kekerasan hak asasi manusia. Siapa pun yang melakukan kekejamanan harus ditahan untuk memeprtanggungjawabkannya,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nulan.

Eksekusi dari para tentara yang ditangkap yang tampak di sebuah video amatir ini terlihat terjadi pada Kamis (25/10) selama terjadinya penyerangan pemberontak di kota Saraqeb, menurut sebuah kelompok aktivisi Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris.

Belum jelas faksi pemberontak mana yang terlibat, meski Jabhat al-Nusra yang terinspirasi oleh gerakan Al Qaeda berada di antara para pelaku di area tersebut.

Video yang diunggah di YouTube itu memperlihatkan sekelompok lelaki bersenjata di sebuah bangunan yang masih dalam keadaan dibangun. Mereka mengelilingi sekelompok lelaki yang ditangkap yang terduduk di tanah, beberapa disuruh tiarap. Beberapa di antara yang ditangkap tampak memakai seragam militer Suriah.

“Inilah anjing-anjing Assad,” salah satu dari lelaki bersenjata terdengar meneriakkan demikian pada mereka yang terduduk di tanah. Kemudian para lelaki bersenjata ini menendang dan memukul beberapa lelaki. Salah satu lelaki berteriak,”Keparat kau!” Jumlah pasti tentara di video itu tidak jelas namun tampak sekitar 10 orang.

Tak berapa lama kemudian, tembakan senjata terdengar sekitar 35 detik, teriakan terdengar dan para lelaki di tanah itu terlihat gemetaran dan berkelojotan.

Judul di video itu menyatakan memperlihatkan tentara-tentara yang mati dan tertangkap di pos penjagaan Hmeisho. The Observatory mengatakan 12 tentara terbunuh di pos penjagaan itu pada Kamis, satu dari tiga posisi rezim dekat Saraqeb diserang oleh kaum pemberontak di area itu pada hari itu.

Analis forensik dari Amnesty International tidak mendeteksi tanda-tanda pemalsuan di video itu, menurut Nossel. Kelompok ini belum bisa mengonfirmasi lokasi, tanggal, dan identitas dari mereka-mereka yang terlibat di video itu.

Penulis: