Petinju Indonesia, Chris John usai mengalahkan petinju Thailand Chonlatarn Piriyapinyo, di Marina Bay Sands, Singapura. FOTO: Afriadi Hikmal/ JAKARTA GLOBE
Pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA, Chris John masih memfokuskan diri pada latihan peningkatan fisik untuk menghadapi pertarungan perebutan gelar ke-18.

Petinju dengan rekor bertarung 48 kali menang, 22 di antaranya dengan KO, dan dua kali seri, ketika dihubungi dari Semarang, baru-baru ini mengatakan, sampai satu minggu ke depan dirinya fokus berlatih fisik di Sasana Herry's Gym Perth, Australia.

Menurut petinju dengan julukan The Dragon tersebut, latihan peningkatan fisik dilakukan dengan latihan lari dan latihan dengan beban.

Menyinggung jadwal pertarungan dan lawan yang akan dihadapi pada pertarungan mendatang, menurut petinju yang sudah sembilan tahun lebih memegang gelar juara dunia tersebut, belum bisa dipublikasikan sampai ada pengumuman resmi dari promotor.

“Saya sendiri juga belum tahu kapan pertarungan itu akan dilaksanakan,” kata petinju yang terakhir kali mempertahankan gelar saat mengalahkan petinju Thailand, Chonlatarn Piriyapinyo di Marina Bay Sands Singapura, 9 November 2012.

Chris John bertolak ke Australia untuk menjalani latihan di Sasana Herry's Gym di Perth, Senin (28/1). Pertarungan mendatang bagi Chris John merupakan pertarungan ke-18 untuk mempertahankan gelar, setelah merebutnya dari petinju Kolombia, Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, September 2003.

Dari 17 kali pertarungan mempertahankan gelar yang sudah dijalani, lima di antaranya melalui pertarungan wajib (mandatory fight), yakni melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), kemudian Derrick Gainner (Amerika Serikat), Juan Manuel Marquez (Meksiko), dan Roinet Caballero (Panama). Bahkan, setelah melawan Hiroyuki Enoki (Jepang), Chris John mendapat gelar Super Champion karena berhasil mempertahankan gelar juara dunia 10 kali tanpa putus.

Kemudian, 12 kali melalui pertarungan pilihan, yakni melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Zaiki takemoto dan Osamu Sato (Jepang), Tommy Brown (Australia), Renant Acosta (Panama), dua kali melawan Rocky Juarez (Amerika Serikat), Fernando Saucedo (Argentina), Daud Yordan (Indonesia), Stanyslav Merdov (Ukraina), Shoji Kimora (Jepang), dan Chonlatarn Piriyapinyo (Thailand).


Penulis: