8 Bagian Rumah yang Harus Sering Dibersihkan karena Banyak Bakteri

8 Bagian Rumah yang Harus Sering Dibersihkan karena Banyak Bakteri
Dinding bagian rumah paling banyak terdapat bakteri dan jamur ( Foto: ist / ist )
Mardiana Makmun / MAR Senin, 3 Desember 2018 | 15:38 WIB

Jakarta – Siapapun sudah tahu, kebersihan rumah mempengaruhi kondisi kesehatan fisik dan mental penghuninya. Rumah yang bersih dan rapih, tentunya dapat menurunkan tingkat kelelahan dan stres penghuninya. Rumah yang bersih juga dapat menurunkan risiko menderita alergi dan gangguan kesehatan. Selain bersih dan rapih, rumah juga butuh ventilasi dan cahaya yang cukup.

“Semua syarat rumah sehat itu sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal karena anak menjadi jarang sakit, napsu makan bagus, dan mau melakukan eksplorasi banyak hal di dalam rumah,” kata dokter ahli anak dr.Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A dalam talkshow Kampanye Rumah Sehat Nippon Paint untuk Keluarga Indonesia di pameran ibu dan bayi di Jakarta, Minggu (2/12).

Ada empat jenis bakteri yang biasanya berada di dalam rumah. Bakteri tersebut adalah Staphylococcus yang menyebabkan infeksi kulit. “Bakteri ini juga memiliki resistensi terhadap antibiotik,” jelas dr.Caessar.

Lalu bakteri Streptococcus. Bakteri ini menyebabkan infeksi tenggorokan, kulit, infeksi lapisan pembungkus otak (meningitis), hingga paru-paru.

Bakteri Pseudomonas yang berkembang biak di area basah, seperti toilet, bak cuci piring, tanaman, buah, dan sayuran. Pesudomonas menyebabkan ruam kulit, serta infeksi mata dan telinga, juga menurunkan daya tahan tubuh manusia.

Terakhir bakteri Escheria coli yang tumbuh di saluran pencernaan. “E.coli banyak terdapat di toilet dan kamar mandi, menjadi penyebab infeksi saluran pencernaan, pernafasan, dan saluran kemih,” papar dr.Caessar.

Tapi tahukah, dari seluruh bagian rumah, ada tempat-tempat yang paling banyak atau paling disukai bakteri dan jamur tumbuh subur. Tempat tersebut adala:

1. Toilet
Seluruh bagian toilet dan kamar mandi banyak bakteri E.coli. Karena itu rutinlah membersihkan kamar mandi setiap hari atau seminggu sekali untuk membersihkan seluruh bagian kamar mandi, termasuk mengganti peralatan mandi seperti spon seminggu sekali.

2. Bak cuci piring
Bak cuci piring tempat tumbuh subur bakteri Pseudomonas. Sikat dan bersihkan bak cuci piring setelah memakainya.

3.Spons cuci piring
Keringkan spons cuci piring setelah dipakai. Lalu ganti sepons cuci piringg setiap minggu.

4.Bak mandi
Bak mandi juga tempat bagus untuk berkembangnya bakteri Pseudomonas dan E.coli. Bersihkan seminggu sekali.

5. Pegangan pintu
Ada banyak sekali bakteri di pegangan pintu. Bersihkan setiap hari dengan alkohol

6. Keran air
Keran air juga mengandung bakteri seperti Pseudomonas atau E.coli.

7. Lantai
Lantai yang kotor juga banyak mengandung bakteri. Sapu dan pel lantai setiap hari.

8.Dinding

Ternyata tak hanya lantai, dinding juga rutin perlu dibersihkan karena mengandung bakteri dan jamur. Berdasarkan survey yang dilakukan Nippon Paint kepada 200 orangtua, 70% mengatakan anak banyak menghabiskan 8–20 jam setiap harinya di dalam ruangan dan kontak langsung dengan dinding. Apalagi ternyata dinding merupakan permukaan paling luas di dalam rumah yang beresiko banyak dihuni kuman. “Sebagai solusi, selain dibersihkan, cegah bakteri tumbuh di dinding dengan cat yang mengandung silver ion, seperti teknologi yang dikeluarkan oleh Nippon Spot-less Plus,” saran Mark Liew, assistant general manager Nippon Paint Indonesia.



Sumber: Investor Daily
CLOSE