Kawasan Patpong di waktu malam
Menyaksikan striptis, kabaret lady boy hingga sex live show.

Mengunjungi Bangkok, Thailand, ada tiga nama yang paling sering disebut, jika ingin menikmati hiburan malam: Soe Nana, Patpong, dan Dome. Tiga nama tersebut selalu ditawarkan pengemudi taksi maupun pemandu wisata yang membawa turis melancong ke ibukota negeri Gajah Putih tersebut.

Tiga nama tersebut memang terkenal sebagai tempat favorit para turis menghabiskan malam di Bangkok lantaran sejumlah "kenikmatan" yang ditawarkan.

Patpong misalnya. Di kawasan yang tidak jauh dengan pusat kota tersebut, sejumlah klub menawarkan sensasi yang bisa jadi membuat mata pengunjung tidak memiliki kesempatan untuk berkedip. Apalagi di kawasan yang menurut sejarah dibuka oleh imigran China tersebut, menjadi surga bagi kaum gay.

Beberapa klub dan panti pijit memang mengkhususkan diri untuk dikunjungi kaum gay maupun transgender. Klub lain yang menawarkan tarian striptis perempuan sungguhan pun tidak kalah bersemangat.

Para calo maupun preman setempat berlomba untuk menarik para turis mengunjungi klub-klub yang telah membayarnya. Bahkan pintu-pintu klub tersebut sengaja dibuka sedikit, agar wisatawan yang melintas dapat mengintip sejenak apa yang terjadi di dalamnya. Dan tentu saja, kemudian tertarik untuk masuk.

Namun jangan coba-coba mengeluarkan kamera untuk memotret bagian dari show yang ditunjukkan para klub, sebab para penjaga tidak sungkan-sungkan untuk mengambil kamera untuk diamankan. Di kawasan ini pula, sejumlah klub menawarkan para pengunjungnya untuk menyaksikan pertunjukkan seks secara langsung dengan durasi 10 sampai 15 menit.

Harga yang ditawarkan relatif mahal. Untuk menyaksikan adegan mesum secara langsung, Anda dipungut biaya sekitar 3000 baht (sekitar Rp900 ribu). Tentunya sensasi yang dirasakan akan berbeda saat menyaksikan adegan seks melalui kepingan DVD.

Patpong merupakan wilayah yang sudah dikenal di seluruh dunia sebagai kawasan prostitusi. Selain itu, kawasan yang selalu ramai dikunjungi turis tersebut menawarkan pasar malam dengan menjual sejumlah suvenir.

Menariknya, sejumlah pedagang kaki lima juga menawarkan sex toys, seperti dildo dan vibrator, serta DVD porno.

Kalaupun tidak berniat untuk masuk ke dalam klub, namun tetap ingin merasakan atmosfer kemeriahan malam di Patpong sambil cuci mata, di pinggir jalan banyak warung-warung makanan dengan harga yang relatif murah.

Namun untuk kaum Adam diharapkan lebih waspada dan berhati-hati jika berjalan sendirian. Sebab, kaum gay di kawasan tersebut terkenal agresif. Dari sekadar ngobrol bareng, bisa jadi Anda akan terjerat rayuan maut mereka untuk menghabiskan waktu di dalam klub khusus kaum gay.

Menyaksikan hubungan seks secara langsung di Soe Nana

Meski menawarkan live show dengan berhubungan seks, namun kawasan Patpong tidak lebih terkenal dari Soe Nana. Di klub Tiger Show, pengunjung lebih terasa puas menyaksikan adegan intim di atas meja maupun di panggung.

Harga yang ditawarkan juga lebih murah dari di Patpong, sekitar 800 baht (Rp160 ribu). Harga tersebut sudah termasuk sebotol minuman ringan sebagai pengganti first drink.

Aksi bersanggama seorang lelaki dengan beberapa perempuan atau sebaliknya itu, menjadikan tempat ini menjadi tujuan favorit para turis yang ingin menikmati sensasi hiburan malam di Bangkok.

Para "pemain" seks live show tersebut melakukan beberapa adegan intim dengan referensi dari buku kamasutra. Selama kurang lebih 15 menit, para aktor tersebut memainkan aksi liar di atas meja atau panggung hingga mencapai puncaknya.

Riuh suara pengunjung membahana saat para pemain melakukan adegan-adegan seks favorit. Sebelumnya, para perempuan cantik terlebih dahulu melakukan atraksi yang mencengangkan, seperti menghisap rokok dengan kemaluannya. Jika sudah berada di dalam klub, para pengunjung sudah mempersiapkan beberapa ratus baht untuk uang tip, jika para perempuan tersebut menghampiri dan menari erotis di hadapan wajah pengunjung.

Pertunjukkan biasanya dibagi menjadi beberapa sesi dengan puncaknya adalah live show adegan seks.

Di kawasan Soe Nana ini juga tidak hanya menampilkan perempuan-perempuan lokal, namun beberapa klab menyuguhkan atraksi liar perempuan dari daratan Eropa, seperti Rusia.

Kabaret Lady Boy yang menggoda

Tempat lainnya yang memberikan sensasi hiburan malam di Bangkok adalah Dome. Di tempat itu, pengunjung akan dimanjakan dengan penampilan kabaret lady boy. Lady boy saat ini menjadi salah satu ikon Thailand, merupakan seorang lelaki yang sudah menjalani operasi kelamin. Para lady boy nyaris mirip dengan perempuan. Cantik, dengan hidung mancung, tubuh proporsional, dan payudara yang menggoda.

Para lady boy tersebut akan memeragakan kabaret selama hampir satu jam dengan tari sekitar 800 baht (Rp160 ribu). Di kawasan ini, para pengunjung juga diberikan kesempatan untuk berfoto bersama lady boy dan diperkenankan untuk menjamah buah dada mereka, tentunya dengan bayaran. Untuk menjamah buah dada, dipasang tarif sekitar 150 baht (Rp45 ribu).

Jika tidak berminat, pengunjung juga dapat berpose bersama para lady boy dengan gaya khas mereka. Untuk sekali mengabadikan gambar, dipungut biaya sekitar 100 baht (Rp30 ribu). Para pengunjung juga harus siap dengan rayuan para lady boy untuk menjamah dan berfoto bersama, sebab dari situlah mereka mendapatkan tambahan pendapatan.

Penulis:

Sumber:Dari berbagai sumber