Dermatitis Atopik, Penyakit Tersering Serang Kulit
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Dermatitis Atopik, Penyakit Tersering Serang Kulit

Selasa, 15 Desember 2015 | 22:38 WIB
Oleh : Indah Handayani / MUS

Jakarta - Kulit merupakan pertahanan pertama tubuh terhadap benda asing dan juga organ terbesar tubuh dengan luas permukaan total mencapai sekitar 2 meter persegi dan berat 3,6 kg. Kulit terdiri atas tiga lapisan, yaitu pidermis dan dermis, serta lapisan lemak di bawah kulit yang disebut dengan hipodermis.

Sayangnya, sebagai bagian terluar dari tubuh manusia kulit sering terpapar polusi dan juga radikal bebas. Hal ini tentunya dapat membuat kulit terlihat kusam dan sangat rentan terserang penyakit. Salah satu penyakit yang sering menyerang kulit adalah dermatitis atopik (DA).

Dermatitis atopik atau lebih dikenal dengan istilah eksim atopik adalah radang pada kulit berbentuk ruam yang timbul hanya pada orang yangmemiliki kulit sensitif dan mudah teriritasi. Gangguan pada kulit ini terjadi dalam jangka waktu lama, sewaktu-waktu dapat kambuh dan tidak bisa hilang.

Umumnya, DA diderita oleh anak, khususnya anak yang berumur kurang dari 5 tahun dengan prevalensi 9-21%. Namun, DA juga dapat diderita oleh orang dewasa dengan prevalensi diperkirakan 2-10%.

Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Bunda Jakarta dr Rachel Djuanda, SpKK, menjelaskan, penderita dermatitis atopik memiliki kulit yang sangat kering, karena rendahnya produksi ceramide, terutama ceramide tipe 1 pada bagian mortar, atau semen kulit.

“Ini akan mengakibatkan fungsi pelindung kulit berkurang, sehingga kemampuan kulit untuk menampung air dan siklus hidup korneum epidermis memendek,” ungkap dia, di sela media gathering #SOHObetterU di Jakarta, Selasa (15/12).

Menurut dr Rachel, jika fungsi pelindung kulit berkurang akan mempermudah masuknya berbagai macam benda asing, seperti bakteri dan jamur.

Hal tersebut menyebabkan reaksi inflamasi, atau peradangan yang akan merangsang pengeluaran mediator-mediator inflamasi dan menyebabkan timbulnya gejala yang dirasakan penderita. Misalnya saja, lesi ecze-matosa, xerosis, lichenification, dan prutitus hebat.

“Itu akan memancing penderita untuk menggaruk area yang gatal tersebut. Padahal, menggaruk malah akan memperburuk kemampuan fungsi pelindung kulit,” ujarnya.

Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bogor Raih Anugerah Kesehatan: Tantangan Akses Cukup Berat

Pemerintah juga melaksanakan pembinaan pengelolaan pasar sehat, dan membangun sarana olahraga dan rekreasi di antaranya terdapat wisma atlet sebanyak satu unit

KESEHATAN | 30 November 2015

Kemensos: Pendidikan dan Kesehatan Belum Jadi Prioritas Masyarakat

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa tidak adanya biaya menjadi alasan tidak terpenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan

KESEHATAN | 16 Desember 2015

Cegah Hepatitis, IPB Lakukan Pembinaan Kantin Sehat

Saat ini IPB melakukan pembinaan kantin dan pedagang makanan yang tersebar dalam dan luar kampus.

KESEHATAN | 15 Desember 2015

5 Bahaya Memakai Kawat Gigi Sembarangan

Tak lagi menjadi kebutuhan, perawatan ortodontis untuk merapihkan gigi dengan menggunakan kawat gigi kini menjurus ke arah aksesoris tanpa memperhatikan fungsi medisnya. Kenali dan ketahui bahayanya bila menggunakan kawat gigi sembarangan.

KESEHATAN | 15 Desember 2015

Pfizer Indonesia Biayai Program Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Di Indonesia, penyakit tidak menular diperkirakan mencapai 71% dari total kematian.

KESEHATAN | 15 Desember 2015

Cegah Kebangkrutan JKN, soal Obat Harus Segera Diatur

Aturan yang ada saat ini menyebutkan ada tiga jenis obat, yaitu paten, generik, dan generik bermerek. Padahal, seharusnya cukup dua saja.

KESEHATAN | 15 Desember 2015

Trauma Anak Korban Eksploitasi Seksual Sulit Hilang

Agar tindak kejahatan seksual terhadap anak tidak terus berkembang, penegakan hukum harus dipertegas.

KESEHATAN | 14 Desember 2015

Mom, Kebiasaan Si Kecil Melongo Bisa Picu Gigi Tonggos

Mom mungkin sudah tahu, kebiasaan minum susu pakai dot terlalu lama atau mengisap-ngisap jempol bisa menyebabkan gigi depan si kecil tumbuh maju atau berantakan. Tapi tahukah Mom, kebiasaan melongo atau mulut menganga juga bisa menyebabkan gigi si kecil tumbuh maju ke depan atau tonggos, lho.

KESEHATAN | 14 Desember 2015

Ini Faktor Penyebab Gigi Tumbuh Berantakan

Ahli ortodontis Drg.Dwi Anie Lestari Sp.Ort, Pengurus Ikatan Ortodontis Indonesia (IKORTI) Komda Jaya mengungkapkan, ada banyak faktor penyebab gigi tumbuh berantakan.

KESEHATAN | 14 Desember 2015

Pengguna Kawat Gigi, Lakukan Ini agar Terhindar dari Gigi Berlubang!

Agar terhindar dari karies gigi atau lubang gigi, drg.Dwi Anie Lestari Sp.Ort, Pengurus Ikatan Ortodontis Indonesia (IKORTI) Komda Jaya memberikan tips.

KESEHATAN | 14 Desember 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS