Cara Penanganan Penyakit Kulit Dermatitis Atopik
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Cara Penanganan Penyakit Kulit Dermatitis Atopik

Selasa, 15 Desember 2015 | 22:58 WIB
Oleh : Indah Handayani / MUS

Jakarta - Salah satu penyakit yang sering menyerang kulit adalah dermatitis atopik (DA). Dermatitis atopik, atau lebih dikenal dengan istilah eksim atopik adalah radang pada kulit berbentuk ruam yang timbul hanya pada orang yangmemiliki kulit sensitif dan mudah teriritasi.

Gangguan pada kulit ini terjadi dalam jangka waktu lama, sewaktu-waktu dapat kambuh dan tidak bisa hilang.

Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Bunda Jakarta, dr Rachel Djuanda, SpKK, mengatakan, dalam penanganan DA, pada umumnya, dokter memberikan kortikos steroid, atau antihistain untuk meredakan gejala penyakit tersebut, terutama rasa gatal.

Tapi, lanjut dia, pengibatan tersebut tidak memberikan sesuatu untuk memperbaiki fungsi pelndung kulitnya. “Sayangnya, keampuhan kortikosteroid topikal seringkali digunakan secara tidak tepat dan berlebihann, bahkan oleh pasien sendiri,” ungkap dia, di sela media gathering #SOHObetterU di Jakarta, Selasa (15/12).

Hal tersebut, lanjut dr Richard, tidak jarang malah menimbulkan efek samping jika digunakan, mulai dari warna kulit menjadi lebih putih atau hitam dibandingkan yang lainnya, hingga membuat garis seperti stretch mark.

Bahkan, penggunaan steroid topikal dalam jangka waktu yang lama malah dapat membuat DA menjadi resisten terhadap obat tersebut.

Untuk itu, langkah tersebut harus diimbangi dengan penggunaan pelembab untuk mengembalikan kelembaban kulit, memperbaiki fungsi pelindung kulit (skin borrier function), mengurangi pruritus, serta memberikan efek anti inflamasi dan memiliki PH yang asam.

“Pelembab juga dapat meningkatkan fungsi antimikrobial lamellar granular contents,” tutup dr Rachel.

Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dermatitis Atopik, Penyakit Tersering Serang Kulit

DA diderita oleh anak, khususnya anak yang berumur kurang dari 5 tahun dengan prevalensi 9-21%. Namun, DA juga dapat diderita oleh orang dewasa dengan prevalensi diperkirakan 2-10%.

KESEHATAN | 15 Desember 2015

Bogor Raih Anugerah Kesehatan: Tantangan Akses Cukup Berat

Pemerintah juga melaksanakan pembinaan pengelolaan pasar sehat, dan membangun sarana olahraga dan rekreasi di antaranya terdapat wisma atlet sebanyak satu unit

KESEHATAN | 30 November 2015

Kemensos: Pendidikan dan Kesehatan Belum Jadi Prioritas Masyarakat

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa tidak adanya biaya menjadi alasan tidak terpenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan

KESEHATAN | 16 Desember 2015

Cegah Hepatitis, IPB Lakukan Pembinaan Kantin Sehat

Saat ini IPB melakukan pembinaan kantin dan pedagang makanan yang tersebar dalam dan luar kampus.

KESEHATAN | 15 Desember 2015

5 Bahaya Memakai Kawat Gigi Sembarangan

Tak lagi menjadi kebutuhan, perawatan ortodontis untuk merapihkan gigi dengan menggunakan kawat gigi kini menjurus ke arah aksesoris tanpa memperhatikan fungsi medisnya. Kenali dan ketahui bahayanya bila menggunakan kawat gigi sembarangan.

KESEHATAN | 15 Desember 2015

Pfizer Indonesia Biayai Program Pencegahan Penyakit Tidak Menular

Di Indonesia, penyakit tidak menular diperkirakan mencapai 71% dari total kematian.

KESEHATAN | 15 Desember 2015

Cegah Kebangkrutan JKN, soal Obat Harus Segera Diatur

Aturan yang ada saat ini menyebutkan ada tiga jenis obat, yaitu paten, generik, dan generik bermerek. Padahal, seharusnya cukup dua saja.

KESEHATAN | 15 Desember 2015

Trauma Anak Korban Eksploitasi Seksual Sulit Hilang

Agar tindak kejahatan seksual terhadap anak tidak terus berkembang, penegakan hukum harus dipertegas.

KESEHATAN | 14 Desember 2015

Mom, Kebiasaan Si Kecil Melongo Bisa Picu Gigi Tonggos

Mom mungkin sudah tahu, kebiasaan minum susu pakai dot terlalu lama atau mengisap-ngisap jempol bisa menyebabkan gigi depan si kecil tumbuh maju atau berantakan. Tapi tahukah Mom, kebiasaan melongo atau mulut menganga juga bisa menyebabkan gigi si kecil tumbuh maju ke depan atau tonggos, lho.

KESEHATAN | 14 Desember 2015

Ini Faktor Penyebab Gigi Tumbuh Berantakan

Ahli ortodontis Drg.Dwi Anie Lestari Sp.Ort, Pengurus Ikatan Ortodontis Indonesia (IKORTI) Komda Jaya mengungkapkan, ada banyak faktor penyebab gigi tumbuh berantakan.

KESEHATAN | 14 Desember 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS