Mengapa Covid-19 Menyerang New York Begitu Hebat?
INDEX

BISNIS-27 491.129 (9.18)   |   COMPOSITE 5612.42 (79.91)   |   DBX 1062.36 (-1.84)   |   I-GRADE 161.886 (3.22)   |   IDX30 478.794 (9.92)   |   IDX80 126.714 (2.25)   |   IDXBUMN20 355.426 (7.51)   |   IDXG30 131.028 (1.72)   |   IDXHIDIV20 432.126 (8.5)   |   IDXQ30 139.823 (2.92)   |   IDXSMC-COM 243.691 (2.28)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (4.07)   |   IDXV30 122.487 (2.67)   |   INFOBANK15 946.8 (22.65)   |   Investor33 412.464 (8.16)   |   ISSI 165.112 (1.49)   |   JII 597.802 (5.6)   |   JII70 206.187 (2.13)   |   KOMPAS100 1134.88 (19.8)   |   LQ45 883.061 (16.84)   |   MBX 1552.46 (25.82)   |   MNC36 308.511 (5.94)   |   PEFINDO25 308.232 (2.97)   |   SMInfra18 281.756 (4.78)   |   SRI-KEHATI 352.482 (7.13)   |  

Mengapa Covid-19 Menyerang New York Begitu Hebat?

Sabtu, 4 April 2020 | 10:58 WIB
Oleh : Aditya L Djono / ALD

New York, Beritasatu.com – New York kini menjadi salah satu titik penyebaran virus corona (Covid-19) terbanyak di dunia. Jumlah kasus positif Covid-19 di New York, mengutip data Worldometer hingga Sabtu (4/4/2020) pagi, mencapai lebih 103.000 pasien atau 9% dari total kasus di dunia yang hampir 1,1 juta orang.

Jumlah kasus positif corona di New York lebih banyak dari total kasus di Tiongkok yang sebanyak 81.000. Bahkan jumlah kematian akibat Covid-19 di New York kini mencapai lebih dari 3.200 orang, hampir melampaui total kasus kematian di daratan Tiongkok yang sebanyak 3.300 orang.

Mengapa New York dalam waktu singkat menjadi episentrum pandemi global Covid-19? Jawaban atas pertanyaan itu masih diselidiki para pakar.

Dilansir dari metro.co.uk, ada sejumlah faktor yang diperkirakan menjadi pemicu mengapa hal tersebut terjadi. Sebagai salah satu kota terpadat di dunia, dengan populasi lebih dari 18,8 juta orang, New York sangat bergantung pada transportasi umum.

Sebagai salah satu kota utama di dunia, New York juga dikunjungi banyak turis. Tahun 2018, kota ini dikunjungi 65 juta pelancong mancanegara.

Kondisi itu diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memicu kerentanan New York menghadapi penyebaran Covid-19. Warga yang berjejal di transportasi umum serta pelancong yang berbaur dengan warga kota di jalanan New York, mengakibatkan upaya physical distancing mustahil terjadi.

Selain itu, kepadatan penduduk hingga 27.000 orang per mil persegi, berkontribusi pada percepatan penyebaran virus ini. Namun, hal ini tidak terjadi di kota dengan kepadatan yang sama, seperti Tokyo dan Seoul.

Sikap pemerintah federal AS yang pada awalnya seolah meremehkan ancaman pandemi corona, juga diyakini menjadi penyebab mengapa kini New York dan negara itu kewalahan dengan korban yang terus bertambah dari hari ke hari.

Pada Rabu (1/4/2020) lalu, Gubernur Negara Bagian New York Andrew Cuomo memperkirakan, puncak penyebaran corona akan terjadi pada akhir April. Untuk itu, pemerintah setempat menginstruksikan seluruh warga untuk menggunakan masker wajah saat beraktivitas di luar rumah. Di sisi lain, tenaga medis meminta lebih banyak ventilator, alat pelindung diri, dan perlengkapan kesehatan lain yang dibutuhkan untuk menangani pasien Covid-19.

Wali Kota New York Bill de Blasio juga meminta pemerintah federal untuk segera mengirim lebih banyak peralatan kesehatan. Jika tidak ada tambahan, Blasio menyatakan, tenaga medis terpaksa harus memilih pasien yang harus diselamatkan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Google Luncurkan Community Mobility Reports

Meninjau aktivitas manusia di tempat umum selama pandemik virus corona.

DUNIA | 4 April 2020

Kematian Akibat Corona di New York Lebih Buruk dari Serangan 11/9

Angka itu menunjukkan bahwa gelombang kematian diprediksi terus membanjiri rumah sakit.

DUNIA | 4 April 2020

Update Virus Corona Kemlu: 13 Orang Positif

WNI di luar negeri yang positif terkena virus corona bertambah 13 orang menjadi 204 orang per Jumat (3/4/2020).

DUNIA | 3 April 2020

Singapura Perketat Lockdown Virus Corona

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong hari ini, Jumat (3/4/2020), mengumumkan pembatasan sosial atau lockdown yang lebih ketat.

DUNIA | 3 April 2020

Susul Tiongkok, Kasus Corona di Jerman 4 Besar Dunia

Persentase orang yang pulih di Jerman lebih besar dibandingkan dengan AS, Italia, dan Spanyol.

DUNIA | 3 April 2020

Antisipasi Gelombang Dua Corona, Tiongkok Lockdown Kota Jia

Kabupaten Jia dengan populasi sekitar 640.000, pada Rabu (1/4/2020) meminta semua kompleks perumahan ditutup.

DUNIA | 3 April 2020

Kasus Corona di Dunia Tembus 1 Juta, Korban Tewas 52.000 Orang

Virus corona telah menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Utara di samping mulai merambah Afrika.

DUNIA | 3 April 2020

Pengidap Covid-19 Ludahi Orang Sebelum Tewas di Kereta

Anan Sahoh baru pulang dari Pakistan dan membawa sertifikat sehat saat mendarat di bandara, sebelum naik kereta api.

DUNIA | 3 April 2020

Korban Jiwa Corona di Spanyol Tembus 10.000

Pada 24 jam terakhir, 950 orang meninggal dunia di Spanyol akibat virus ini dan menjadi angka kematian harian tertinggi.

DUNIA | 2 April 2020

193 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri

193 WNI di luar negeri posetif Covid-19.

DUNIA | 2 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS