Bank Mandiri Segera Tuntaskan Restrukturisasi Kredit
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Bank Mandiri Segera Tuntaskan Restrukturisasi Kredit

Rabu, 15 Juli 2020 | 20:56 WIB
Oleh : Aditya L Djono / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Mandiri Tbk segera menyelesaikan proses restrukturisasi kredit debitur-debitur yang terdampak pandemi Covid-19. Dari sekitar Rp 200 triliun nilai kredit yang layak direstrukturisasi, Bank Mandiri telah menyelesaikan proses restrukturisasi pinjaman senilai Rp 115 triliun. Diperkirakan, total kredit yang direstrukturisasi Rp 140 triliun hingga Rp 150 triliun.

Setelah menyelesaikan seluruh proses restrukturisasi pinjaman, Bank Mandiri menargetkan memulai kembali ekspansi bisnis secara selektif pada Agustus mendatang. Ekspansi dilakukan antara lain dengan memberi tambahan modal kerja kepada debitur-debitur yang masih mampu mempertahankan usahanya, untuk mencegah bertambahnya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Demikian diungkapkan Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dan jajaran direksi, dalam diskusi secara virtual bersama jajaran Redaksi Berita Satu Media Holdings (BSMH), di Jakarta, Rabu (15/7).

Royke menjelaskan, sejak Maret lalu, pihaknya telah merestrukturisasi sekitar 500.000 debitur. “Total yang sudah kami restrukturisasi sekitar Rp 115 triliun dari yang eligible (layak) sekitar Rp 200 triliun. Kredit yang kami restrukturisasi itu sekitar 14% dari total aset kami,” ungkapnya.

Dia mengakui, sejak April lalu tidak ada ekspansi kredit yang dilakukan, seiring dengan memburuknya kondisi perekonomian sebagai dampak pandemi Covid-19 di Tanah Air. “Selama dua bulan kami tidak melakukan ekspansi. Jadi secara likuiditas kami tidak ada persoalan, namun tentu dampaknya nanti akan menekan profitabilitas, karena kami harus menyiapkan pencadangan untuk kredit-kredit bermasalah yang meningkat,” jelasnya.

Royke mengatakan, meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kelonggaran penilaian kualitas kredit di masa pandemi ini melalui Peraturan OJK 11/2020, pihaknya tetap menjalankan prinsip kehati-hatian (prudent) dengan menambah pencadangan. Hal ini agar ke depan perseroan tidak terbebani dengan restrukturisasi atau harus membentuk pencadangan jika kredit-kredit yang saat ini direstrukturisasi kualitasnya memburuk sehingga meningkatkan rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL)

Langkah perseroan menambah pencadangan tersebut, lanjutnya, akan memengaruhi target laba pada tahun ini. “Dari target laba Rp 30 triliun, kemungkinan tinggal sepertiga karena dampak pandemi ini,” ujarnya.

Pada tahun buku 2019 lalu, Bank Mandiri membukukan laba Rp 27,5 triliun. Sedangkan pada triwulan pertama tahun ini, laba yang dibakukan mencapai Rp 7,9 triliun.

Royke menambahkan, pihaknya juga telah menyalurkan dana stimulus ekonomi yang ditempatkan pemerintah senilai Rp 10 triliun. “Kami sudah menyalurkan Rp 5 triliun ke UKM dan usaha mikro produktif,” ungkapnya.

Menyisihkan Pencadangan
Pada kesempatan tersebut Direktur Risk Management Bank Mandiri Ahmad Siddik Badrudin menjelaskan, kredit-kredit yang direstrukturisasi umumnya berasal dari segmen UKM dan pinjaman otomotif. “Untuk pinjaman otomotif oleh nasabah digunakan untuk kegiatan produktif, seperti persewaan mobil atau ojek online,” ungkapnya.

Untuk kredit korporasi yang direstrukturisasi, lanjutnya, nilainya sekitar Rp 46 triliun.

Siddik menambahkan, sejak Maret, Bank Mandiri telah mengkaji kredit-kredit yang harus direstrukturisasi dari total outstanding Rp 800 triliun. “Sekarang sudah Rp 115 triliun. Kami perkirakan nilai yang kami restrukturisasi akan berhenti di nilai Rp 140 triliun sampai Rp 150 triliun,” ungkapnya.

Menyusul selesainya seluruh proses restrukturisasi kredit, Bank Mandiri akan mulai ekspansi kredit pada Agustus mendatang. “Kami harapkan kondisi Covid-19 di Tanah Air semakin terkendali, sehingga Agustus nanti kami bisa mulai selective business expansion,” jelasnya.

Ekspansi secara selektif tersebut, jelas Siddik, diarahkan pada debitur-debitur yang masih mampu menjalankan usahanya, dengan cara menambah modal kerja. “Ini upaya kami untuk mencegah bertambahnya PHK,” ujarnya.

Terkait NPL, Siddik mengungkapkan, ada kenaikan akibat memburuknya kualitas kredit sejumlah debitur yang terdampak Covid-19. Saat ini, NPL Bank Mandiri di posisi 3,2%-3,3%. “Kami perkirakan NPL mencapai puncaknya di posisi 3,6%,” ungkapnya.

Untuk itu, perseroan telah menyisihkan dana untuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). “Kami sudah mengidentifikasi debitur-debitur yang kemungkinan akan mengalami kesulitan pembayaran hingga Maret 2021, dan menyisihkan CKPN untuk kredit-kredit tersebut. Ini tujuannya agar tahun depan kami tidak terbebani dengan restrukturisasi dan penambahan pencadangan baru,” jelasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dow Dibuka Naik Didorong Vaksin Moderna dan Kinerja Goldman

Dow Jones Industrial Average naik 293 poin atau 1,1 persen.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Dusdusan.com Perkuat Keahlian Reseller di Bidang Digital

Berbagai kelas pembelajaran diselenggarakan melalui dunia maya, sebagai upaya peningkatan kapasitas para reseller terkait usaha yang dijalankannya.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Indofood Bagi Dividen Rp 278 Per Saham

Dividen itu setara dengan sebesar 49,73 persen dari laba bersih tahun 2019.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Pengusaha Harus Bersama Pemerintah Atasi Pengangguran

Pengusaha harus ikut atasi pengangguran.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Kemdag Dorong Digitalisasi di Pasar Rakyat

Kemdag akan fokus membangun infrastruktur baik fisik maupun teknologi.

EKONOMI | 15 Juli 2020

WIKA Lanjutkan Pembangunan Jalur MRT di Taiwan

Targetnya 13 bangunan stasiun yang menjadi lingkup pekerjaan WIKA akan rampung pada 2021 mendatang.

EKONOMI | 15 Juli 2020

BI Prediksi Pertumbuhan Kredit 2020 Hanya 2,5%

Penurunan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit, dengan penurunan terbesar pada jenis kredit investasi.

EKONOMI | 15 Juli 2020

Hingga Juni 2020, PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 8,9 Triliun

Perolehan kontrak baru dari perusahaan BUMN mendominasi perolehan kontrak baru PTPP

EKONOMI | 15 Juli 2020

12 Juta UMKM Terima Bantuan Modal Kerja dari Presiden Jokowi

Masing-masing pengusaha akan mendapat dana bantuan sebesar Rp 2,4 juta.

EKONOMI | 15 Juli 2020

APPSI: Nasib 60 Juta UMKM Bergantung pada RUU Cipta Kerja

UU Cipta Kerja bisa selamatkan 60 juta pelaku UMKM.

EKONOMI | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS