CIMB Niaga Perkirakan Mampu Relaksasi Kredit Hingga 25%
INDEX

BISNIS-27 437.928 (-6.4)   |   COMPOSITE 4945.79 (-39.24)   |   DBX 931.257 (3.24)   |   I-GRADE 131.318 (-1.79)   |   IDX30 415.488 (-6.92)   |   IDX80 108.562 (-1.33)   |   IDXBUMN20 273.68 (-2.25)   |   IDXG30 115.596 (-1.18)   |   IDXHIDIV20 371.558 (-6.96)   |   IDXQ30 121.636 (-2.04)   |   IDXSMC-COM 210.245 (0.19)   |   IDXSMC-LIQ 235.867 (0.2)   |   IDXV30 102.795 (-1.19)   |   INFOBANK15 787.375 (-15.3)   |   Investor33 363.773 (-5.92)   |   ISSI 144.695 (-0.44)   |   JII 523.846 (-2.73)   |   JII70 177.783 (-0.58)   |   KOMPAS100 971.12 (-10.68)   |   LQ45 760.321 (-10.32)   |   MBX 1369.12 (-13.17)   |   MNC36 271.592 (-3.83)   |   PEFINDO25 259.811 (2.03)   |   SMInfra18 233.526 (-0.76)   |   SRI-KEHATI 306.747 (-5.09)   |  

CIMB Niaga Perkirakan Mampu Relaksasi Kredit Hingga 25%

Kamis, 16 Juli 2020 | 23:04 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkirakan sampai akhir 2020, perseroan mampu melakukan relaksasi atau restrukturisasi terhadap kredit yang terdampak pandemi Covid-19 hingga 25%. Saat ini, CIMB Niaga telah melakukan relaksasi terhadap 15-16% dari total portofolio kredit yang disalurkan.

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, pihaknya lebih suka menggunakan istilah relaksasi ketimbang restrukturisasi. Menurut dia, yang kini sedang dijalankan oleh perbankan terhadap para debitur yang terdampak pandemi Covid-19 adalah proses relaksasi.

Dia menjelaskan, proses relaksasi kredit sebesar 15-16% yang direalisasikan CIMB Niaga adalah dengan penangguhan pokok angsuran. Sementara bunga masih tetap dibayarkan oleh para debitur.

“Dari total portofolio kita, kebanyakan relaksasi di cicilan pokok. Beberapa ada juga penangguhan bunga. Sebagian besar dari nasabah yang masih sanggup membayar bunga, tapi pokoknya yang dirasa berat. Termasuk pada bisnis KPR, credit card, personal loan, KPM, itu banyak yang terdampak juga,” kata Tigor saat media visit secara virtual dengan Beritasatu Media Holdings, Rabu (15/7/2020).

Dia menilai, kebijakan relaksasi kredit oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat membantu perbankan dan nasabah. Melalui kebijakan itu, banyak dari nasabah yang tertolong.

Sedangkan bagi perseroan, sejumlah risiko bisnis bisa berhasil ditekan. Relaksasi itu diberlakukan selama satu tahun dan diberikan penangguhan kemudahan kepada nasabah untuk tidak melakukan amortisasi.

Terkait dengan itu, Tigor mengatakan, sampai akhir 2020, diperkirakan perbankan nasional, termasuk CIMB Niaga, memiliki kemampuan untuk memberi relaksasi hingga 25% dari portofolio kredit. Saat ini, masih terdapat 75% debitur yang memiliki likuiditas relatif baik untuk tetap membayarkan cicilannya, sehingga kondisi perbankan tidak terlalu terpuruk.

“Ketika kondisi menjadi lebih baik, para debitur yang masih mampu menjaga likuiditas tersebut diharapkan turut membantu menggenjot perekonomian,” ujar Tigor.

Secara umum, lanjutnya, nasabah yang menerima relaksasi sudah pasti merupakan debitur yang tidak memiliki masalah angsuran sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Relaksasi juga diberikan hanya kepada debitur yang mengajukan diri, meskipun perseroan turut berinisiatif menawarkan program itu.

Ketika masa relaksasi yang diberikan sudah usai, pihaknya akan meninjau kembali kemampuan bayar dari debitur terkait. Jika diperlukan, maka debitur tersebut akan kembali mendapat relaksasi atau bahkan restrukturisasi.

“Kita tidak mau juga proyeksi meleset, misal kita sudah proyeksikan di bulan September harus direstrukturisasi, ternyata masih mampu direlaksasi, kami tidak mau seperti itu. Jadi istilahnya kita beri oksigen dulu atau direlaksasi dulu, tidak bayar apa-apa, kalau nanti diperlukan maka direstrukturisasi,” kata Tigor.

Di sisi lain, sampai saat ini biaya-biaya relaksasi masih menggunakan dana sendiri. Namun, belakangan pemerintah menyodorkan penjaminan pada kredit lewat Askrindo dan Jamkrindo. Penjaminan tersebut, ditujukan bagi perusahaan yang kehabisan modal usaha, dan butuh pendanaan segar.

“Pemerintah melihat hal itu. Ini belum mulai, yang saya dengar ini akan segera. Tahun 2020 dan 2021 ini akan challenging, kalau 2021 itu take off terlalu optimis, masih akan konsolidasi. Kita juga masih perlu melihat dari seluruh yang direstrukturisasi itu mana saja yang bisa bertahan,” kata dia.

Dia menambahkan, seiring dengan relaksasi kredit, perseroan juga berhasil menjaga dana pihak ketiga (DPK) tetap stabil, sekaligus terus mengupayakan peningkatan rasio dana murah (current account saving account/CASA).

DPK perseroan masih tercatat sebesar Rp 202,6 triliun pada kuartal I-2020 dengan rasio CASA sebesar 60,1%. Masing-masing dari giro dan tabungan tercatat tumbuh 17% dan 20%, sedangkan deposito tumbuh sebesar 6%.

“Lumayan stabil dan cukup konsisten. Kami coba untuk tidak hanya terus melonjak tapi setidaknya kami jaga,” ujar Tigor.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Permintaan Tinggi, Advanta Kembangkan Benih Jagung

Advanta mengembangkan benih jagung varietas baru, Adv Joss.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Menteri BUMN Tunjuk Jajaran Baru Direksi Askrindo

Kementerian BUMN melakukan perombakan jajaran Direksi PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Kamis (16/7/2020).

EKONOMI | 16 Juli 2020

Likuiditas Bank CIMB Niaga Aman

Hadirnya OCTO Mobile membuat penawaran produk akan lebih mudah daripada melalui kanal telemarketing

EKONOMI | 16 Juli 2020

16% Kredit CIMB Niaga Telah Direlaksasi

Sampai akhir tahun diperkirakan perbankan nasional memiliki kemampuan untuk memberi relaksasi hingga 25% dari portofolio kredit.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Tak Bagi Dividen, Bank Mayapada Perkuat Permodalan

Bank Mayapada membuka kemungkinan untuk melakukan dua aksi korporasi penambahan modal tahun ini.

EKONOMI | 16 Juli 2020

BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan Jadi 4%

Bank Indonesia masih membuka ruang penurunan suku bunga.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Hingga Mei, Produksi Emas Nasional 9,98 Ton

Rata-rata produksi emas nasional per tahun sekitar 100 ton.

EKONOMI | 16 Juli 2020

New Normal, Pencarian Properti Kembali Naik

Pada masa transisi menuju normal baru atau new normal ini, tren pencarian di sektor properti mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Pandemi Covid-19, 102 Pesawat Menganggur di Soekarno-Hatta

Akibat pandemi Covid-19, sebanyak 102 pesawat tidak beroperasi dan hanya terparkir di Bandara Soekarno-Hatta.

EKONOMI | 16 Juli 2020

Perlindungan Anggota Lemah, Koperasi Perlu Lembaga Penjamin Simpanan

Koperasi membutuhkan kehadiran pemerintah untuk bersama-ama memberikan perlindungan terhadap simpanan anggota.

EKONOMI | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS