OVO Menjadi Perusahaan Jasa Layanan "Fintech" Terintegrasi Terbesar
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

OVO Menjadi Perusahaan Jasa Layanan "Fintech" Terintegrasi Terbesar

Jumat, 31 Juli 2020 | 22:40 WIB
Oleh : Aditya L Djono / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam waktu relatif singkat, OVO tidak lagi sekadar perusahaan pembayaran secara digital (e-payment). OVO, yang September nanti genap berusia 3 tahun, kini berkembang menjadi perusahaan layanan keuangan berbasis digital terintegrasi (integrated digital financial technology services). Layanan OVO tak lagi hanya e-money tetapi juga mencakup peer to peer (P2P) lending, investasi, asuransi, dan credit scoring, serta ke depan akan merambah ke multifinance.

Demikian disampaikan Presiden Direktur (Presdir) PT Visionet Internasional (OVO) Karaniya Dharmasaputra, dalam pertemuan secara virtual dengan jajaran Redaksi Berita Satu Media Holdings, di Jakarta, Kamis (30/7). “Dalam tiga tahun ini, kami berkembang menjadi ekosistem financial technology services terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Karaniya menjelaskan, kini OVO tidak hanya perusahaan e-money, tetapi juga telah merambah pada jasa pinjaman online atau P2P lending. Ekspansi ke P2P lending dilakukan melalui produk Taralite. “Taralite kini sudah mendapat lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” jelasnya.

Selain itu, OVO juga melakukan ekspansi bisnis ke jasa investasi melalui Bareksa. “Jasa investasi yang telah kami Sediakan adalah reksa dana, SBN (surat berharga negara), dan emas. Ke depan kami juga akan melayani penjualan obligasi korporasi dan investasi saham,” ungkapnya.

Karaniya menambahkan, pihaknya juga agresif ekspansi di jasa asuransi. Pada Maret lalu, OVO bekerja sama dengan Prudential, mengembangkan komunikasi dengan pengguna aplikasi OVO terkait asuransi. Jika pengguna tertarik dan mengisi formulir, nanti akan ada agen Prudential yang menghubungi. “Jadi ini bagian mendorong inklusi asuransi,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Public Relations OVO Sinta Setyaningsih menjelaskan, bisnis jasa keuangan digital yang dilakukan OVO terbukti membantu pemerintah meningkatkan inklusi keuangan. Hal ini tercermin 30% dari pengguna OVO adalah masyarakat yang sebelumnya belum menggunakan layanan perbankan (unbanked).

“Hampir 30% pengguna OVO itu adalah unbanked, mereka-mereka inilah yang melakukan top up saldo OVO melalui driver Grab, tidak melalui transaksi bank. Jadi mereka inilah yang kita lihat, sebelumnya tidak memiliki account bank, tetapi mereka cukup nyaman menggunakan OVO,” ujarnya.

Selain mendorong inklusi keuangan, OVO juga merangkul banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sinta menjelaskan, dari sekitar 600.000 merchant, 500.000 di antaranya adalah UMKM. “Saat ini 550.000 merchant OVO merupakan UMKM yang ingin sekali kami bantu untuk mampu menciptakan bisnis yang tidak hanya sustainable, tetapi juga mampu berkembang dan mampu beradaptasi di tengah pandemi, bahkan sampai bisa menghasilkan sebuah ekosistem yang naik kelas. Itulah yang terus kami berusaha bantu,” kata Sinta.

Kontribusi ke Negara
Pada kesempatan tersebut, Karaniya juga menjelaskan, kehadiran OVO juga memiliki nilai yang strategis untuk kepentingan perekonomian nasional. Selain membantu UMKM dan meningkatkan inklusi keuangan, sejak akhir tahun lalu, OVO terlibat aktif membantu pemerintah menyiapkan Program Kartu Pra Kerja.

“Peranan OVO sangat besar, karena kami terlibat sejak awal untuk membantu membangun platform Kartu Pra Kerja. Ini merupakan platform pertama dalam sejarah Republik ini untuk mendistribusikan dana bansos berbasis teknologi digital. Selain itu, akan ada banyak inisiatif-inisiatif lainnya, terutama untuk membantu UMKM,” ungkapnya.

Salah satu faktor penyebabnya, karena OVO saat ini sudah terintegrasi dengan Dukcapil. Dengan demikian, pada saat seseorang mendaftar di akun OVO, melampirkan KTP dan foto diri, otomatis langsung terhubung dengan database di Dukcapil. Hal ini yang bisa membantu pemerintah mengerjakan penyaluran bansos melalui Kartu Pra Kerja.

Dia menambahkan, di luar segala kritik yang ada, animo masyarakat untuk memanfaatkan Kartu Pra Kerja sangat tinggi. “Mungkin sudah lebih dari 10 juta orang yang mendaftar di platform Kartu Pra Kerja,” ujarnya.

Karaniya menjelaskan, pemerintah telah menegaskan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk memberi pelatihan kepada pencari kerja dan mereka yang ingin meningkatkan kompetensinya, tetapi menjadi salah satu platform untuk mendistribusikan bansos.

Menurutnya, langkah pemerintah ini merupakan hal yang luar biasa. Sebab, merujuk pada sejarah penyaluran bansos, untuk pertama kalinya negara memiliki sebuah platform berbasis digital yang bisa dimanfaatkan untuk menyaring, menerima pendaftaran, sekaligus menyalurkan distribusi dana bansos ke masyarakat tanpa ada persoalan di mekanisme penyalurannya.

“Kita tahu bahwa sebelumnya dana bansos selalu ada masalah intermediary, dan di situ banyak terjadi distorsi. Sekarang, dengan ada platform berbasis digital ini, untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia bisa langsung mendaftar ke platform ini, kemudian di situ divalidasi apakah memenuhi persyaratan. Setelah dinyatakan eligible (layak), untuk pertama kalinya dalam sejarah saya kira, pemerintah bisa menyalurkan dana bantuan ini ke account yang dimiliki langsung oleh peserta. Sekarang intermediary problem sudah mulai bisa diatasi, sehingga dana bansos tepat sasaran,” jelas Karaniya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

RFB Surabaya Berencana Ekspansi ke Bali dan Kalimantan

RFB sudah mempunyai beberapa nasabah besar di Bali dan Kalimantan.

EKONOMI | 31 Juli 2020

WSBP Kembangkan Inovasi Tiang Listrik Beton

WSBP menghasilkan inovasi tiang listrik beton yang diproduksi di pabrik (plant) Sadang.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Kementerian BUMN Rombak Direksi dan Komisaris Barata Indonesia

Perombakan direksi dan komisaris Barata Indonesia dinilai dapat mendorong kemajuan industri manufaktur dalam negeri.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Cegah Kemacetan, Kemhub Imbau Angkutan Barang Hindari Tol Trans Jawa

Tol Trans-Jawa mulai dari ruas Semarang sampai dengan Jakarta diprioritaskan untuk kendaraan pribadi.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Semester I, CIMB Niaga Cetak Laba Bersih Rp 1,7 Triliun

CIMB Niaga mempertahankan posisi kedua bank swasta dengan aset terbesar.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Konsorsium Percepat Pembangunan Kawasan Industri Batang

Tiga BUMN berkolaborasi mempercepat pembentukan konsorsium kawasan industri Batang.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Iduladha, Penumpang Ferry Merak-Bakauheni Naik Sampai 30%

Kenaikan volume penumpang dan kendaraan yang naik kapal ferry sekitar 30 persen di lintas penyebarangan Merak-Bakauheni sudah sesuai prediksi.

EKONOMI | 31 Juli 2020

Kereta Priority Argo Parahyangan Kembali Beroperasi 2 Agustus

Bagi yang memiliki rencana bepergian ke Bandung di akhir pekan ini, sudah bisa memesan tiketnya kereta priority argo parahyangan melalui aplikasi KAI Access.

EKONOMI | 31 Juli 2020

BP2MI dan Kemnaker Sepakat Kerja Sama Berantas Kejahatan dalam Penempatan PMI

BP2MI dan Kemnaker sepakat berantas mafia TKI.

EKONOMI | 31 Juli 2020

BLK Terus Bekerja Tingkatkan Kualitas SDM di Indonesia

BLK terus giat tingkatkan sumber daya manusia Indonesia.

EKONOMI | 31 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS