UU Cipta Kerja Terobosan Atasi Kebuntuan Ekonomi
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

UU Cipta Kerja Terobosan Atasi Kebuntuan Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 14:20 WIB
Oleh : Hotman Siregar / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - Langkah DPR dan pemerintah mengesahkan UU Cipta Kerja merupakan terobosan untuk menjawab tantangan perekonomian global. Karena dalam satu aturan hukum tersebut, ada setidaknya 77 aturan perundangan yang dikonsolidasikan untuk mengatasi kebuntuan ekonomi, khususnya dalam menarik investasi maupun mendorong tumbuh kembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dewan Penasihat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Franky Sibarani mengatakan, selama tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada 5%. Sementara target pemerintah adalah 7%.

“Undang-undang ini terobosan perbaikan di sektor ekonomi. Sebenarnya kita sudah terlalu lama dikekang regulasi. UU Cipta Kerja ini mempertemukan itu semua. UU ini bicara perizinan investasi, pengadaan lahan, proyek strategis nasional, koperasi dan UMKM," katanya, Sabtu (17/10/2020).

Dia menilai, UU Cipta Kerja ini mendorong UMKM menjadi garda terdepan ekonomi Indonesia. Saat ini ada sekitar 64,2 juta UMKM, atau 99,8% dari jumlah usaha di Indonesia. Dengan adanya UU Cipta Kerja, maka segala perizinan dan regulasi yang mempersulit UMKM dipangkas.

“UMKM yang selama ini terkendala soal perizinan dan bagaimana mereka tanpa pendampingan masih dilihat sebagai kelompok yang rentan. Kali ini dalam UU Cipta Kerja ini diberikan satu tonggak kebangkitan UMKM di Indonesia,” tegasnya.

Dalam UU Cipta Kerja, menurut mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini, warga negara Indonesia tidak perlu lagi syarat yang rumit untuk mendirikan UMKM. Cukup hanya membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan izin dari RT saja sudah bisa membuat UMKM. Bahkan nantinya mereka akan mendapatkan bantuan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, hingga Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Nantinya itu akan diatur dalam PP. Kemudian perizinannya juga tidak rumit cukup melalui online, jadi langsung bisa berusaha. Dulu kan banyak izinnya,” jelasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

CORE Indonesia: Perlu Ada Pembuktian Efektifitas UU Cipta Kerja

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menyampaikan perlu ada pembuktian terlebih dahulu terkait efektifitas UU Cipta Kerja

EKONOMI | 17 Oktober 2020

G-20 Dorong Bank Dunia Salurkan Bantuan Signifikan kepada Negara Miskin

G-20 mendorong Bank Dunia dan bank pembangunan multilateral lainnya untuk menyalurkan bantuan pembiayaan yang signifikan kepada negara-negara miskin.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Terdampak Pandemi, G-20 Perpanjang Kewajiban Bayar Utang Negara Miskin

G-20 menyepakati perpanjangan implementasi program penundaan pembayaran kewajiban utang (Debt Service Suspension Initiative/DSSI) bagi negara-negara miskin.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

G-20 Berkomitmen Tingkatkan Kerja Sama Tangani Pandemi Covid-19

G-20 berkomitmen meningkatkan kerja sama dalam menangani dampak pandemi Covid-19, yang menyebabkan perekonomian global menghadapi ketidakpastian tingkat tinggi.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Alumni Talenta Juara Luncurkan Aplikasi E-Deso

Diharapkan aplikasi e-Deso dapat memberi solusi atas problem yang ada di lapangan.

EKONOMI | 12 Oktober 2020

Pernilaian Bank Dunia Sejalan dengan Tujuan UU Cipta Kerja

Pernyataan Bank Dunia terkait Omnibus Law Undang-undang (UU) Cipta Kerja dinilai sejalan dengan tujuan awal penyusunan UU tersebut.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Surplus Neraca Perdagangan Harus Dibarengi Perbaikan Fundamental

Neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus lima bulan berturut-turut, harus dibarengi dengan perbaikan fundamental ekspor.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

Sepekan, Rata-rata Frekuensi Transaksi Saham Meningkat 34,57%

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan, dari 12 Oktober 2020 sampai 16 Oktober 2020, mengalami pergerakan yang positif.

EKONOMI | 17 Oktober 2020

AREBI Ajak Broker Properti Ikuti "The Biggest Real Estate Summit 2020"

Pengetahuan broker properti harus terus ditambah agar bisa bekerja profesional. Apalagi akibat pandemi Covid-19 persaingan antarbroker properti semakin ketat.

EKONOMI | 15 Oktober 2020

Allianz Indonesia Ajak Milenial Ciptakan Lapangan Kerja

Allianz Life memahami aspirasi masa depan generasi millenial untuk mendirikan bisnis secara mandiri di industri asuransi.

EKONOMI | 17 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS