Doni Monardo: Protokol Kesehatan Harga Mati
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Doni Monardo: Protokol Kesehatan Harga Mati

Minggu, 31 Mei 2020 | 20:54 WIB
Oleh : Primus Dorimulu / ALD

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan kepada semua masyarakat, bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, pelaksanaan protokol kesehatan adalah harga mati.

“Pada saat kita menyatakan NKRI harga mati, maka pada saat pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan adalah harga mati! Tidak bisa ditawar-tawar,” tegasnya saat diskusi virtual dengan jajaran pemimpin media massa di Jakarta, Minggu (31/5/2020).

Doni kembali menyerukan pentingnya seluruh masyarakat untuk rajin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari dan tidak menciptakan kerumuman.

“Kami juga beri masukan penting (memakai) sarung tangan, tetapi tidak mutlak. Karena menggunakan sarung tangan bisa membahayakan, karena kadang kala cara melepasnya tidak tepat, justru menimbulkan persoalan baru. Jadi semua hal yang bisa membantu terhindarnya masyarakat dari bahaya Covid menjadi harga mati,” katanya.

Menurutnya, kalau ini semua menjadi gerakan sosial di tengah masyarakat, maka gerakan mengubah perilaku akan menjadi bagian gerakan yang tidak terhindarkan. “Jadi budaya mengubah perilaku yang dulu kita selalu ingat kata-kata ‘4 Sehat 5 Sempurna’, sekarang kami pinjam kalimat ini yang digagas oleh Prof Purwo Sudarmo. Kebetulan cucu beliau juga seorang profesor dan sudah bertemu dengan kami di sini tidak keberatan menggunakan istilah ‘4 Sehat 5 Sempurna’. Saya katakan kepada profesor di sini, kalau ini sukses dan banyak orang yang selamat dengan menggunakan istilah ‘4 Sehat 5 Sempurna’ berarti Prof Purwo di akhirat sana mendapat pahala yang lebih banyak lagi. Keluarga almarhum senang, istilah ini digunakan Gugus Tugas menjadi kampanye tips hadapi Covid, yaitu pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, kemudian olahraga yang teratur dan cukup, tidak panik dan memakan makanan yang bergizi,” paparnya.

Faktor Lingkungan
Doni Monardo juga menyinggung kasus Covid-19 di Jawa Barat, yang menurutnya unik. Angka kematian Covid-19 dengan penyakit penyerta yang tertinggi adalah mereka yang mengidap penyakit ginjal, yakni 83%.

Hal ini tak lepas dari kualitas air, dan kebiasaan masyarakat Jawa Barat mengonsumsi lalapan. “Ternyata yang berisiko karena menderita ginjal sebagian besar makan lalapan yang sayurnya mengandung pestisida. Ini karena petani tidak dididik dengan benar, sehingga dampaknya kepada masyarakat,” ujarnya.

Doni menambahkan, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan hampir semua rumah sakit di Jabar, terutama Bandung dan Cimahi, membutuhkan alat cuci darah. “Jadi sudah sangat terbatas. Beliau minta kepada saya agar salah satu RS di bawah binaan Kodam Siliwangi bisa membantu menyediakannya,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, menurut Doni, ada korelasi antara kondisi lingkungan dan Covid-19. “Jadi yang mematikan itu tidak hanya Covid-nya tapi juga penyakit penyerta. Kalau kita semua sudah tahu kelompok yang paling berisiko dari penyakit penyerta, dan ini sudah kita sampaikan, mereka kita lindungi termasuk lansia. Dengan demikian kita akan bisa menyelamatkan lebih banyak warga,” jelasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dukung Tenaga Medis, Hansaplast Donasikan APD ke PMI

Upaya penanggulangan wabah Covid-19 memerlukan kolaborasi semua elemen masyarakat, termasuk dunia usaha.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Persiapan New Normal di Bawah Kendali Gugus Tugas Covid-19 Pusat

Pemda menyiapkan semua tahapan sektor-sektor mana yang dilonggarkan secara bertahap berikut protokol kesehatan yang harus dipenuhi, dan menyosialisasikannya.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

New Normal Akan Berjalan Bertahap

Sebab, persoalan di masing-masing daerah tidaklah sama.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Sosialisasi Covid-19 Akan Libatkan Media Mainstream

Anggaran untuk sosialisasi akan ditingkatkan.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh dari Covid-19

Nenek Kamtin berusia 100 tahun sembuh setelah dirawat sekitar satu bulan di Rumah Sakit PHC Surabaya.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Komnas Pengendalian Tembakau Soroti Maraknya Anak-anak Merokok

Berdasarkan riset kesehatan dasar 2018, disebutkan jumlah perokok Indonesia masih sangat tinggi, yakni 33 persen atau ketiga tertinggi di dunia.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 6 dalam Dua Hari Terakhir

Dengan penambahan ini maka akumulasi jumlah kasus covid 19 di DIY mencapai 236 kasus.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Relawan Pendukung Gugus Tugas Bagikan Bansos untuk Warga Jabodetabek

Bantuan yang dibagikan tersebut berasal dari Tim Koordinator Relawan Gugas, Kantor Staf Presiden, PT Super Unggas Jaya, GP Ansor, dan SNP Lawfirm.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Peningkatan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Masih Tertinggi

Ada penambahan 224 kasus positif Covid-19 di Jawa Timur.

KESEHATAN | 31 Mei 2020

Update Covid-19: Bertambah 700, Kasus Positif Menjadi 26.473

Ada lima provinsi yang terjadi peningkatan dalam penambahan kasus positif Covid-19.

KESEHATAN | 31 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS