Rumah Sakit Tidak Siap
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-0.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-6.18)   |   DBX 982.653 (-1.45)   |   I-GRADE 141.194 (-0.09)   |   IDX30 430.883 (-0.25)   |   IDX80 114.327 (-0.2)   |   IDXBUMN20 295.098 (0.38)   |   IDXG30 119.385 (-0.38)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-0.25)   |   IDXQ30 125.574 (-0.28)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.17)   |   IDXV30 107.621 (-0.63)   |   INFOBANK15 842.759 (0.22)   |   Investor33 376.322 (-0.45)   |   ISSI 151.265 (-0.55)   |   JII 550.5 (-2.74)   |   JII70 187.95 (-0.77)   |   KOMPAS100 1026.39 (-1.33)   |   LQ45 794.213 (-0.97)   |   MBX 1420.94 (-1.65)   |   MNC36 281.737 (-0.11)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.77)   |   SMInfra18 242.709 (-1.44)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-0.16)   |  

Rumah Sakit Tidak Siap

Senin, 21 September 2020 | 08:05 WIB
Oleh : Primus Dorimulu, Dina Fitri Anisa / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah sakit di Indonesia tidak siap menangani pasien Covid-19 kategori kritis dan serius. Saat ini saja, kapasitas ICU sudah hampir penuh, pasien kesulitan mendapatkan ruang perawatan, tenaga medis kewalahan, dan kematian para dokter kembali meningkat.

“Rumah sakit tidak siap,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam diskusi virtual bertopik “Strategi Menurunkan Covid-19, Menaikkan Ekonomi” yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Demokrasi Indonesia (KSDI) di Jakarta, Minggu (20/9). Diskusi yang dipandu Ketua Dewan Pembina KSDI Maruarar Sirait itu menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain, Mendagri Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, epidemiolog Universitas Indonesia Iwan Ariawan, ekonom Faisal Basri, dan Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari.

Wiku memaparkan, mulai September 2020, jumlah kasus positif Covid-19 naik signifikan. Demikian pula jumlah pasien meninggal meningkat, angka kasus aktif meningkat, dan sebaliknya yang sembuh sedikit menurun. “Jika tren ini tidak dihentikan, akan terjadi kelelahan meluas, juga menimpa tenaga medis,” ungkap Wiku yang juga Ketua Dewan Pakar Satgas Penanganan Covid-19.

Dalam tiga pekan terakhir, dia mengungkapkan, testing meningkat. Namun, seiring dengan bertambahnya testing, angka positif ikut meningkat. Positivity rate kini sudah mencapai 14,2%.

“Ini bahaya. Angka positif yang naik seiring dengan testing, artinya pengidap Covid masih tinggi di Indonesia,” katanya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, pada Minggu (20/9) jumlah kasus positif Covid-19 bertambah 3.989 menjadi 244.676 kasus. Kasus sembuh bertambah 2.977 menjadi 177.327 kasus, dan kasus kematian bertambah 105 menjadi 9.553 kasus.

Wiku menegaskan, rumah sakit jangan dijadikan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Karena kapasitas rumah sakit tidak akan bisa mengatasi lonjakan angka positif Covid, khususnya pasien kritis dan serius. ICU tidak bisa dibangun dalam tempo sepekan, dan dokter ahli tak bisa dilahirkan dalam waktu setahun.

“Yang harus menjadi garda terdepan adalah masyarakat,” kata Wiku. Oleh karena itu, langkah preventif dan promotif menjadi kunci sukses penanganan Covid.

Protokol Kesehatan
Sementara itu, Iwan Ariawan mengungkapkan, penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta tentu bermanfaat. Namun, dia mengingatkan, PSBB akan bermanfaat jika sudah disiapkan penggantinya. Sebab, suatu daerah tidak mungkin menerapkan PSBB terus-menerus dalam jangka waktu lama.

“Kita mau longgarkan, PSBB ini harus ada gantinya untuk menekan kasus. Sebagai gantinya, protokol kesehatan dan perilaku pencegahan. Satu lagi yang sering dilupa, tes, lacak, dan isolasi,” ungkapnya.

Dia menegaskan, penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) sangat besar perannya untuk melindungi masyarakat dari paparan virus corona. “Pakai masker, misalnya, ini sangat besar manfaatnya jika semua masyarakat menggunakan masker. Kalau kita mau mengurangi penularan, 75% orang harus menggunakan masker. Kalau epidemiologinya mau teratasi, 85% orang harus pakai masker,” jelasnya.

Pemakaian masker, lanjut Iwan, sangat erat kaitannya dengan keinginan agar roda perekonomian kembali berputar. “Kalau ekonomi mau jalan, atau mau dilonggarkan, salah satu cara yang penting dilakukan adalah memakai masker dalam skala besar. Ini sebenarnya akan lebih menguntungkan daripada lockdown,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Iwan menyinggung soal pelaksanaan tes yang menurutnya tidak banyak manfaat jika yang diperiksa bukan hasil pelacakan (tracing), melainkan random. “Testing yang efektif adalah terhadap hasil tracing. Oleh sebab itu, testing dan tracing harus berjalan seiring,” ujarnya.

Di pedoman Kementerian Kesehatan, contact tracing dimulai saat seseorang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, dia menyayangkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR) di Indonesia rata-rata 3 hari baru keluar.

“Bagaimana kalau dalam kurun waktu tersebut orang itu berpergian? Maka kita harus meningkatkan kecepatan tes,” jelasnya

Menurutnya, yang terpenting tidak sekadar jumlah tes, tetapi sejauh ini tepat sasaran. “Penelitian menunjukkan, dampaknya sangat kecil jika tes banyak tetapi acak,” ujarnya.

Sementara itu, Maruarar Sirait dan Qodari menyarankan agar pilkada ditunda. Karena kajian para pakar jelas menunjukkan batapa berbahayanya pilkada bagi penyebaran Covid.

Dana untuk pilkada sebaiknya dialihkan untuk penanganan Covid. Maruarar dan Qodari sependapat, dalam menghadapi angka positif Covid yang terus meningkat, kesehatan harus menjadi prioritas utama. Penundaan pilkada merupakan salah satu solusi penting untuk menurunkan angka Covid.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dua Hari, Kasus Positif Covid-19 di DIY Naik Tajam

Dalam dua hari terakhir, Sabtu-Minggu (19-20/09/2020) tambahan kasus harian Covid-19 di DI Yogyakarta meningkat tajam.

KESEHATAN | 20 September 2020

Indonesia Mulai Masuki Periode Aging Population

Indonesia mulai memasuki periode aging population, dimana terjadi peningkatan umur harapan hidup yang diikuti dengan peningkatan jumlah lansia.

KESEHATAN | 20 September 2020

Update Covid-19: Tambah 3.989, Kasus Positif di Indonesia Jadi 244.676

Kasus sembuh dari Covid-19 terdapat penambahan sebanyak 2.977 menjadi total 177.327.

KESEHATAN | 20 September 2020

Kenali Lima Faktor Risiko Penyakit Jantung

Gejala klinis penyakit jantung pada umumnya ditandai dengan nyeri dada

KESEHATAN | 19 September 2020

Bima Arya Doakan Rektor IPB yang Positif Covid-19 Segera Pulih

Dinas Kesehatan Kota Bogor berkoordinasi dengan pihak IPB melakukan tracing.

KESEHATAN | 19 September 2020

Setelah Arief Budiman, Komisioner KPU Pramono Juga Positif Covid-19

Pramono menjadi komisioner ketiga KPU yang terinfeksi Covid-19, setelah Arief Budiman dan Eva Novida Ginting Manik.

KESEHATAN | 19 September 2020

Pecah Rekor, Ini Sebaran Kasus Baru Covid-19

DKI Jakarta masih menjadi provinsi terbanyak kasus baru Covid-19 dengan jumlah penambahan hari ini sebanyak 988 (total menjadi 60.828).

KESEHATAN | 19 September 2020

Tambah 4.168, Kasus Baru Covid-19 Pecah Rekor

Penambahan kasus baru Covid-19 ini memecahkan rekor yang sebelumnya terjadi pada 16 September 2020 sebanyak 3.963.

KESEHATAN | 19 September 2020

Waspada Jika Alami Nyeri Dada

Gejala klinis penyakit jantung pada umumnya ditandai dengan nyeri dada.

KESEHATAN | 19 September 2020

Kementerian Kesehatan Jadi Klaster Covid-19 Terbesar

Dengan 252 kasus Kemkes menyumbang 20 persen total kasus kategori kementerian.

KESEHATAN | 19 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS