K3 dan Padat Karya dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

K3 dan Padat Karya dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Opini: Hery Sudarmanto
Pejabat Fungsional Utama Pengantar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan

Senin, 14 September 2020 | 08:00 WIB

Tidak terasa pandemi Covid - 19 di Indonesia telah berjalan selama kurang lebih 6 bulan, sejak pasien pertama diidentifikasi, pada awal Maret lalu. Berbagai usaha pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun Daerah. Mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga masifnya rapid test dan PCR test di berbagai tempat. Namun, upaya pencegahan yang dilakukan tetap belum bisa mencegah munculnya klaster-klaster baru penyebaran sehingga mengganggu dunia usaha dan perekonomian Indonesia.

Menghadapi situasi ini, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian dalam mengantisipasi perlindungan terhadap usaha dan membantu pemulihan keadaan ekonomi Indonesia. Pertama, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di dunia usaha, khususnya industri padat karya. Kedua, menciptakan program-program padat karya yang melibatkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sehingga menciptakan lapangan pekerjaan. Ketiga, menciptakan kebijakan-kebijakan yang mendukung kedua program sebelumnya sehingga dapat dijalankan secara maksimal.

Kasus terpaparnya ratusan karyawan di sebuah pabrik elektronik di Bekasi beberapa waktu yang lalu, adalah salah satu contoh pentingnya peran pengusaha dalam menjalankan pedoman K3. Pedoman K3 yang dirumuskan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 perlu untuk disosialisasikan, dilatih, dan dilaksanakan sehingga dapat terwujudnya dunia industri yang produktif serta aman dari penyebaran Covid-19.

Menteri Ketenagakerjaan, beberapa waktu yang lalu telah mengimbau agar setiap perusahaan menyiapkan satuan tugas yang secara khusus mengawasi pelaksanaan K3 di tempat kerja mereka, serta mendorong para pengusaha untuk menerapkan Gerakan Pekerja Sehat di lingkungan pekerjaan. Gerakan Pekerja Sehat adalah perluasan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di sektor ketenagakerjaan.

Di Indonesia, penerapan K3 diatur dalam UU 1/1970 tentang Keselamatan Kerja, UU 23/1992 tentang Kesehatan, UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, serta Peraturan Pemerintah 50/2012 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sebagai penjabaran dan kelengkapan dari UU tersebut, pemerintah juga mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) dan keputusan presiden (Keppres) terkait penyelenggaraan K3. Pelanggaran aturan K3 akan mendapat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 15 juta.

Agar pelaksanaan K3 dapat dilaksanakan dengan maksimal, petugas yang mengawasinya perlu diberikan pelatihan khusus. Kementerian Ketenagakerjaan, melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, telah melakukan bimbingan teknis dan webinar untuk masyarakat industri dan stakeholder lainnya dengan topik yang berkaitan dengan Covid-19.

Kementerian Ketenagakerjaan saat ini juga mempunyai program untuk mencegah penularan Covid-19 yaitu melalui rapid test untuk sektor pariwisata agar sektor tersebut cepat pulih kembali dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di destinasi pariwisata. Sebanyak 500 tenaga kerja yang bekerja di sejumlah industri pariwisata di Bali telah menjalani rapid test. Program ini dilanjutkan di destinasi pariwisata lainnya, seperti Bangka Belitung, Magelang (Borobudur), Medan, Jawa Timur, dan NTT. Program rapid test ini bertujuan untuk memastikan kesehatan para pekerja sektor pariwisata yang akan memulai adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.

Padat Karya
Selain memaksimalkan pelaksanaan K3 untuk perlindungan usaha, pemerintah dibantu pengusaha juga perlu menciptakan program-program padat karya. Pemerintah telah menyiapkan stimulus bagi usaha mikro produktif sebesar Rp 28,8 triliun, serta dana sebesar Rp 18,44 triliun yang disiapkan untuk program padat karya di kementerian-kementerian, diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membantu pemulihan ekonomi nasional. Dengan stimulus yang diberikan, diharapkan UMKM dapat membantu menggerakkan roda ekonomi.

Kementerian Ketenagakerjaan juga memiliki program padat karya di wilayah Jabodetabek untuk sektor UMKM. Program padat karya yang dilakukan berupa penyemprotan disinfektan di lingkungan UMKM dan memberikan bantuan berupa masker dan APD.

Selain itu, program padat karya di sektor pertanian juga perlu untuk digalakkan. Program padat karya berbasis pertanian, diharapkan dapat menjadi ujung tombak untuk menekan angka kemiskinan dan mengangkat kesejahteraan petani. Sektor pertanian menjadi penting, karena menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), 27,3% penduduk Indonesia bekerja pada sektor pertanian.

Program penerapan K3 dan program padat karya akan dapat lebih maksimal apabila didukung oleh kebijakan-kebijakan antarkementerian yang kondusif. Kementerian-kementerian terkait perlu merumuskan kebijakan-kebijakan yang mendukung program-program ini sehingga terasa dampaknya di masyarakat.

Selain itu, dukungan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak juga tetap diharapkan. Tanpa pulihnya kesehatan, ekonomi Indonesia juga tidak dapat bangkit. Jangan sampai protokol kesehatan yang selama ini digaungkan kurang berdampak karena rendahnya kesadaran masyarakat.


BAGIKAN




TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS