Gerakan Pakai Masker
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Gerakan Pakai Masker

Tajuk: Suara Pembaruan

Rabu, 16 September 2020 | 08:00 WIB

Setelah enam bulan lebih kita dilanda pandemi Covid-19, sampai saat ini belum ada tanda-tanda jumlah kasus positif mencapai puncak, lalu menurun dan melandai. Bahkan, belakangan ini kondisinya cenderung mengkhawatirkan, khususnya di ibu kota negara, Jakarta.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, selama setengah bulan pada September 2020 jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta bertambah 16.089 sehingga menjadi 56.175 kasus. Jumlah tersebut mencapai 29% dari seluruh kasus. Tak hanya Jakarta, beberapa provinsi lain juga tercatat mengalami peningkatan kasus. Tak heran apabila belakangan ini jumlah kasus harian berkisar pada angka 3.000-an

Jumlah kasus positif harian yang selama dua minggu terakhir ini rata-rata berada pada angka 3.000-an memang tak lepas dari keseriusan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, melakukan tracing dan testing. Semakin banyak jumlah orang yang menjalani tes Covid-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR), tentu saja akan semakin besar pula potensi menemukan orang yang positif terinfeksi virus corona.

Di samping faktor tracing dan testing, penyebab utama seseorang terinfeksi adalah pengabaian menjalankan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menghindari kerumunan. Pemakaian masker menjadi salah satu langkah jitu untuk menghindarkan diri dari penularan Covid-19.

Sejalan dengan itu, Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin Doni Monardo selama sebulan ini mengampanyekan pemakaian masker. Gerakan memakai masker memang harus terus digaungkan ke seluruh penjuru negeri. Pasalnya, sampai saat ini tak sedikit warga yang masih tak peduli, bahkan cenderung menganggap remeh pemakaian masker.

Setidaknya ada tiga faktor penting yang harus diperhatikan dalam kampanye penggunaan masker. Pertama, sosialisasi dan pelibatan komunitas. Satgas Penanganan Covid-19 yang dipimpin Doni Monardo terus menggencarkan kampanye kepatuhan protokol kesehatan, sekaligus menginisiasi gerakan perubahan perilaku dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kampanye dan gerakan perubahan perilaku dilaksanakan selama empat bulan, mulai September hingga Desember 2020.

Kampanye tersebut melibatkan pemerintah pusat dan daerah, media massa, tokoh masyarakat, pemuka agama, kader posyandu, organisasi kemasyarakatan, seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), relawan, petugas puskesmas, TNI dan Polri, ketua RW dan RT, serta berbagai komunitas. Lewat jalurnya masing-masing diharapkan pesan untuk mematuhi protokol kesehatan bisa lebih cepat sampai, didengar, dan dilaksanakan. Pendekatan personal dan kelompok akan lebih efektif untuk memasyarakatkan protokol kesehatan.

Kedua, penegakan hukum. Tak bisa dimungkiri, masih ada sebagian masyarakat yang bandel dan secara sadar tidak mengindahkan kewajiban memakai masker. Untuk mengatasinya, Polri telah menggelar Operasi Yustisi Covid-19 di seluruh Indonesia. Operasi ini akan dititikberatkan pada upaya persuasif dalam menegakkan protokol kesehatan. Namun, apabila masih ada yang tidak patuh, hukuman denda atau kurungan. Langkah penegakan hukum ini diharapkan menimbulkan efek jera.

Ketiga, produksi massal masker oleh usaha mikro. Gerakan memakai masker hendaknya diikuti dengan pembagian masker gratis. Hingga saat ini pemerintah, perusahaan swasta, dan kelompok masyarakat, telah membagi-bagikan masker. Langkah ini perlu dilanjutkan dengan produksi massa masker oleh usaha mikro dengan menggunakan anggaran pemerintah


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS