Jakarta Contoh Penanganan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Jakarta Contoh Penanganan Covid-19

Tajuk: Suara Pembaruan

Kamis, 17 September 2020 | 08:00 WIB

Langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik "rem darurat" terkait upaya penanganan pandemi Covid-19 di Ibu Kota bisa dipahami mengingat kasus Covid-19 yang terus meningkat. Kebijakan untuk kembali menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat mulai Senin (14/9) harus benar-benar dimanfaatkan untuk menurunkan kasus Covid-19 di Jakarta.

Masyarakat Indonesia, khususnya warga di Ibu Kota, tentu berharap agar selama kurang dari 14 hari ke depan Jakarta bisa kembali ke masa transisi. Pembatasan-pembatasan yang terpaksa dilakukan dalam dua pekan ini diharapkan benar-benar efektif untuk meredam musuh bersama bangsa saat ini, Covidd-19.

Pemerintah pusat menyatakan akan fokus pada penanganan Covid-19 di sembilan provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua. Total kasus Covid-19 di sembilan provinsi itu mendominasi kasus nasional, yakni sekitar 75% dari total kasus di Indonesia.

Dari sembilan provinsi tersebut Jakarta merupakan kunci dari upaya pemerintah untuk meredam laju penyebaran Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, yakni SARS-CoV-2. Selain total kasus Covid-19 tertinggi di antara provinsi-provinsi lainnya, sebagai ibu kota negara penanganan pandemi di Jakarta juga bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain, terutama kota-kota besar di Tanah Air.

Berdasarkan data yang diolah dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta per Rabu (16/9), total kasus di Ibu Kota saat ini mencapai 58.458 kasus atau 25,5% dari total kasus nasional yang sebanyak 228.993 kasus.

Sementara, jumlah pasien sembuh di Jakarta sebanyak 44.251 orang atau 27% dari pasien sembuh nasional yang sebanyak 164.101 orang. Jumlah pasien meninggal di Jakarta mencapai 1.498 orang atau 16,5% dari 9.100 pasien meninggal secara nasional. Kemudian, kasus aktif di Jakarta saat ini tercatat sebanyak 12.709 atau 22,8% dari total 55.792 kasus aktif nasional.

Selain itu, berdasarkan data Pemprov DKI per kemarin, dari total kasus aktif di Jakarta sebanyak 12.709 kasus, sebanyak 7.907 orang (62,2%) menjalani isolasi mandiri dan 4.802 orang (37,8%) dirawat. Lalu, untuk gejala, di Ibu Kota per kemarin terdapat 1.673 pasien (13,2%) tanpa gejala, 6.900 orang (54,3%) bergejala, dan 4.136 orang (32,5%) masuk kategori belum ada data.

Data-data ini penting untuk menjadi perhatian pemerintah, khususnya Pemprov DKI, untuk menangani pasien Covid-19. Apalagi, pemerintah berencana untuk menghapus isolasi mandiri. Artinya, seluruh warga yang telah dinyatakan positif Covid-19, termasuk yang tanpa gejala, akan di isolasi di sarana kesehatan yang telah disediakan pemerintah. Dengan demikian, data tentang jumlah kasus aktif menjadi sangat penting untuk memastikan ketersediaan tempat perawatan bagi pasien yang positif.

Kita tentu mengapresiasi langkah Pemprov DKI yang akan mengisolasi seluruh warga yang telah dinyatakan positif Covid-19. Langkah ini diyakini akan memutus mata rantai infeksi virus corona. Sebab, selama ini, praktik isolasi mandiri di Ibu Kota malah memunculkan klaster baru, yakni klaster keluarga.

Kita juga mendukung langkah Pemprov DKI yang akan menjadikan gelanggang remaja, gelanggang olahraga, hingga sejumlah hotel sebagai tempat isolasi. Namun, kita patut mengingatkan agar fasilitas yang ada di tempat-tempat tersebut tidak hanya sesuai standar isolasi pasien Covid-19, tetapi juga sama dengan yang lainnya agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Selain itu, Pemprov DKI juga harus menyediakan tempat tidur ICU tambahan untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah pasien yang dalam kondisi gawat darurat.

Terakhir dan yang terpenting adalah masyarakat Ibu Kota harus benar-benar patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, terutama memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Kita tidak ingin banyak warga yang terkena sanksi setelah terjaring operasi yustisi hanya karena tidak memakai masker.


BAGIKAN


BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS