Tingkatkan Kapabilitas Puskesmas
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Tingkatkan Kapabilitas Puskesmas

Tajuk: Suara Pembaruan

Jumat, 16 Oktober 2020 | 08:00 WIB

Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) memiliki peran yang sangat penting dalam penanggulangan penyebaran Covid-19. Keberadaannya di setiap kecamatan menjadikan puskesmas sebagai institusi yang dapat diandalkan menjadi garda terdepan pemerintah.

Namun, harus diakui bahwa tidak semua puskesmas di Tanah Air memiliki kemampuan yang maksimal dalam penanggulangan Covid-19. Jumlah sumber daya manusia (SDM) puskesmas, khususnya tenaga medis dokter dan perawat, masih sangat minim. Peralatan kesehatan yang mumpuni juga belum dimiliki puskesmas, terutama di daerah-daerah terpencil.

Keberadaan puskesmas sudah digagas Presiden Soekarno. Pada 1952, Menteri kesehatan saat itu, Johannes Leimena bersama koleganya Abdoel Patah merumuskan sebuah konsep tentang kesehatan masyarakat yang kemudian dikenal sebagai Bandung Plan.

Gagasan Leimena dan Patah ini diteruskan di era pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Pada 1968, muncul gagasan membangun pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di setiap kecamatan.

Pentingnya peran puskesmas dalam penanggulangan penyakit di Indonesia kembali terasa ketika Covid-19 melanda Tanah Air pada awal Maret lalu. Bertambahnya jumlah warga yang terinfeksi virus corona membuat pemerintah cukup kewalahan dalam upaya menanggulangi dan mencegah penyebaran Covid-19.

Keberadaan puskesmas sebagai sarana kesehatan di tingkat kecamatan pun menjadi sangat penting. Semula hanya berfungsi melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19, kini puskesmas juga ikut menanggulangi penyakit tersebut, termasuk melakukan tes usap (swab test) dan tes cepat (rapid test). Bahkan, kini puskesmas juga dilibatkan dalam perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan ringan.

Tentu dengan kapasitas dan kapabilitas yang ada saat ini puskesmas harus berusaha keras dalam membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19. Untuk tes usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR), misalnya, puskesmas masih sebatas membantu dalam tahapan pelacakan kontak pasien Covid-19. Petugas kesehatan puskesmas memeriksa orang-orang yang pernah kontak dengan pasien Covid-19 agar Covid-19 tidak segera menyebar ke lingkungan sekitar.

Saat ini, seperti dikatakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo, peran puskesmas akan ditingkatkan dalam melakukan tes PCR Covid-19. Warga, yang dengan kesadaran sendiri datang ke puskesmas untuk melakukan tes, akan dilayani. Bahkan, pemerintah tengah mempertimbangkan tes gratis kepada warga yang datang ke puskesmas.

Kita tentu mengapresiasi langkah pemerintah ini. Meningkatkan peran puskesmas dalam melakukan tes tentu akan berdampak besar bagi upaya pencegahan Covid-19. Jumlah warga yang positif atau negatif Covid-19 akan diketahui lebih banyak, yang tentu akan lebih memudahkan upaya pencegahan.

Namun, bila peran puskesmas ditingkatkan, sementara jumlah dan kemampuan laboratorium untuk memeriksa spesimen pemeriksaan Covid-19 terbatas, tentu akan berdampak pada lambatnya hasil pemeriksaan. Untuk itu, kita menyarankan agar pemerintah juga meningkatkan kapasitas puskesmas untuk bisa melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap hasil tes PCR.

Pemerintah bisa membangun laboratorium kecil di puskesmas agar bisa ikut menentukan apakah warga positif atau negatif Covid-19. Kita menyadari bahwa upaya ini tidak mudah, terutama dalam hal ketersediaan tenaga kesehatan yang bisa melakukan pemeriksaan di laboratorium dan jumlah alat tes PCR. Namun, kita yakin jika puskesmas mampu melakukan pemeriksaan laboratorium, maka kendala lambatnya hasil pemeriksaan dapat teratasi.


BAGIKAN




BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS